Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan di Lapangan Planet Futsal, Kuningan, Jakarta Selatan
MONITOR, Jakarta – Ini peringatan bagi para pengusaha reklame agar tak main-main menjalankan bisnisnya di Jakarta.
Pasalnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, tak akan mentolerir keberadaan tiang-tiang reklame bodong alias menyalahi aturan.
“Mulai hari ini, kita mulai penertibannya. Pokoknya reklame tanpa izin, kita sikat semua,” ungkap Anies, seraya pengatakan kalau penertiban akan dilakukan dikawasan Kuningan, Jakarta Selatan, terlebih dahulu.
Anies pun tak mengelak kalau pajak reklame memberikan pemasukan pajak yang cukup besar untuk DKI Jakarta.
Nilai pemasukan pajak reklame kurang lebih mencapai Rp 964 miliar per tahun. Dengan hitungan pajak reklame ini menyumbang sekitar 3 persen total PAD di tahun lalu.
“Soal pemasukan kita pikir nanti. Yang terpenting adalah penegakan hukum, tata kota, dan upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme,” tegas Anies
Anies pun mengatakan kalau pihaknya bakal terus memberikan sanksi tegas kepada pengelola reklame yang melanggar aturan. Upaya yand dilakukan dengan memasang stiker/spanduk penanda peringatan untuk selanjutnya dibongkar.
“Pemilik bangunan reklame yang melanggar izin diharapkan membongkar sendiri bangunan miliknya sebelum di bongkar paksa oleh aparat kami, “pungkasnya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus melakukan reformasi kebijakan guna menjamin kemudahan serta ketersediaan…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i mengingatkan jajarannya untuk tidak bekerja…
MONITOR, Aceh Tamiang - Taruna Akademi TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latsitarda…
MONITOR, Karimun - Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin) mendampingi Menteri Pertanian Republik Indonesia dalam kunjungan…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, menekankan pentingnya perubahan…
MONITOR, Jakarta - Provinsi DKI Jakarta kembali menunjukkan perannya sebagai magnet utama investasi dalam negeri.…