Serba-serbi Pekan Pertanian Rawa Nasional II

1021

MONITOR, Banjarbaru – Momentum peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke-38 kali ini dilakukan cukup meriah. Berbagai terobosan baru di sektor pertanian resmi diluncurkan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dikemas dalam agenda Pekan Pertanian Rawa Nasional (PPRN) II.

Dalam kegiatan ini, ada banyak suguhan inovatif di sektor pertanian yang cukup menarik. Diantaranya adalah launching Taman Sain Pertanian (TSP) lahan rawa, Bimbingan Teknis pengelolaan lahan rawa, Gelar Inovasi teknologi Pertanian Lahan Rawa di TSP Lahan Rawa Banjarbaru, Pameran IPTEK hingga Inovasi Pertanian Lahan Rawa.

Berikut ini MONITOR paparkan sekilas tentang Pekan Pertanian Rawa Nasional II dan kegiatannya.

Apa itu PPRN II?

Pekan Pertanian Rawa Nasional II atau selanjutnya disingkat, PPRN II, merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian untuk meningkatkan inovasi teknologi pertanian bagi lahan rawa. Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 17 sampai 21 Oktober 2018 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Tujuannya apa? Ya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menjelaskan bahwa kegiatan ini bakal menjadi solusi baru penyediaan pangan, dalam rangka mengkomunikasikan dan menyebarluaskan ilmu pengetahun dan teknologi hasil penelitian sumberdaya lahan rawa.

Tentunya, ini dilakukan pemerintah dalam upaya mendukung Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada 2045, kemandirian pangan, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, kesejateraan petania, serta menghadapi perubahan iklim.

Selanjutnya Taman Sain Pertanian (TSP) Lahan Rawa. Tepat hari ini, Rabu (17/10), Kementerian Pertanian resmi membuka suatu hamparan lahan percontohan (show window) dengan karakteristik sebagai berikut, berskala pengembangan, berwawasan agribisnis hulu-hilir, bersifat holistic dan komprehensif.

TSP lahan rawa ini sengaja dirancang untuk menunjukan berbagai inovasi dan teknologi unggul pertanian berbasis lahan rawa. Launching TSP Lahan Rawa juga menunjukan kesiapan Kementerian Pertanian, khususnya Badan Litbang Pertanian, dalam memberikan dukungan inovasi dan teknologi optimalisasi lahan rawa dan peningkatan produksi dan produktivitas pertanian di lahan rawa.

Agenda selanjutnya, yakni Inovasi Teknologi Pertanian Lahan Rawa yang digelar pada acara PPRN II ini di lahan TSP Lahan Rawa Banjarbaru, meliputi: inovasi teknologi Penataan Lahan, Konservasi dan Efisiensi Pemanfaatan Air, Ameliorasi dan Pemupukan, Komoditas Adaptif lahan rawa, Peternakan, Konservasi Plasma nutfah, Pengelolaan Limbah, dan Alsintan.

Berikutnya, pemerintah menyediakan kegiatan Bimbingan Teknologi (Bimtek) teknologi pengelolaan lahan rawa juga digelar diikuti oleh para petani dan masyarakat serta mahasiswa. Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan petani dan masyarakat dalam menguasai teknologi terkini lahan rawa.

Tak kalah menarik, untuk meramaikan gelaran PPRN II ini, Kementerian Pertanian menyediakan Pasar Tani yang merupakan tempat untuk menjual/membeli berbagai produk yang dihasilkan oleh petani yang memanfaatkan lahan KP Banjarbaru, antara lain beras, Cabai, Tomat, Sawi, Bayam dan terong.