SUMATERA

Ingin Perjuangkan Kemajuan Kaum Perempuan, Stella Dia Tatung Konsisten Terjun di Politik

MONITOR, Lahat – Kepentingan perempuan masih tergolong hal baru dalam budaya dan sejarah politik di Indonesia. Boleh dikatakan, kaum perempuan masih serigg mendapat diskriminasi dalam struktur masyarakat kita.

Melihat keadaan tersebut, Stella Dia Tatung, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2019-2024 konsisten terjun di dunia politik untuk memperjuangkan aspirasi kaum perempuan dan wong cilik.

“Pemilu tahun ini saya terpangggil untuk turut serta berjuang bersama masyarakat. Saya menyadari bahwa politik adalah alat untuk memperjuangkan sesuatu, termasuk kemajuan perempuan,” ujarnya saat dihubungi, Selasa (16/10).

Caleg dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menambahkan, dengan terjun ke politik ia ingin lebih berperan menyuarakan kepentingan rakyat banyak di kursi DPRD Sumsel.

Stella Dia Tatung, Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) periode 2019-2024

“Konsep keterwakilan perempuan harus lebih kita tegaskan. Kaum hawa harus paham bahwa kuota bukan sekedar sarana untuk menampung perempuan secara kuantitas saja, namun yang lebih substansial justru bagaimana produk legislasi bisa berpihak pada mereka, utamanya untuk perempuan Sumsel,” ungkapnya.

Stella juga mensyukuri realitas politik secara nasional akhir-akhir ini dimana politisi perempuan mulai berperan. Menurutnya itu tentu merupakan bukti bahwa kaum perempuan juga bisa.

“Ketegasan dan prestasi ibu Risma dalam memimpin Kota Surabaya membuka mata semua orang. Bahwa perempuan bisa memimpin dengan tegas dan cerdas. Bu Risma jelas memberi inspirasi. Kita harus banyak melahirkan banyak Risma baru di berbagai daerah,” pungkas Stella yang maju di daerah pemilihan Sumsel VII.

Stella juga menyampaikan, niatnya berjuang di ranah politik tidak sama sekali untuk bekerja mencari penghasilan. Ia menyatakan pekerjaannya sebagai pengusaha sudah lebih dari cukup, justru dirinya berperan di dunia politik karena menyadari bahwa dengan memiliki kekuasaan, dalam konteks ini kekuasaan legislatif, perjuangan menyejahterakan rakyat bisa lebih mudah.

“Tentu ini adalah panggilan jiwa. Ini juga sarana ibadah, sarana untuk mengabdi kepada bangsa rakyat, kepada bangsa dan negara. Mohon do’a restu ya,” pungkasnya.

Recent Posts

Rapimnas DPP FKDT Akan Rekomendasikan Insentif Rp1 Juta per Bulan bagi Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah

MONITOR, Jakarta – Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT) akan menggelar Rapat…

7 menit yang lalu

Menaker Tekankan Transformasi Balai K3 Jadi Pusat Pengelolaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

MONITOR, Medan — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya transformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)…

28 menit yang lalu

Pusat PVTPP Perkuat Zona Integritas, Matangkan Langkah Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

MONITOR, Bogor – Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP), Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian…

33 menit yang lalu

Frasa ‘Diutus Presiden’ Dipersoalkan, Masady: Bahasa Pejabat Negara Harus Mencerminkan Semangat Konstitusi

MONITOR, Jakarta – Tokoh Muda Aceh Barat Daya, Masady Manggeng, menyoroti penggunaan frasa "diutus oleh…

1 jam yang lalu

Terima Kunjungan BPK Australia, Puan Bicara Soal Pendekatan Adaptif Hadapi Ancaman Siber dalam Tata Kelola Negara

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office…

10 jam yang lalu

Sidang Perdana Uji Formil UU Polri Digelar, Pemohon Minta MK Nyatakan Pembentukan UU Polri Cacat Formil

MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan pengujian formil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026…

12 jam yang lalu