ULASAN

Ketika ‘Potong Bebek Angsa’ Fadli Zon jadi Boomerang

MONITOR – Sepotong lagu ‘Potong Bebek Angsa’ ala Fadli Zon menjadi boomerang. Lagu ini viral usai diposting oleh politikus Gerindra itu di jejaring Twitter. Bukan karena lirik lagu, Fadli pun menampilkan video 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka menari diiringi sindiran politik kepada kubu pesaingnya.

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalala lala
takut diganti Prabowo-Sandi

Lagu plesetan yang diciptakan Fadli Zon membuat beberapa rivalnya marah. Misalnya kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest, yang melaporkannya ke Bareskrim Polri pada hari Selasa, 26 September 2018 lalu. Fadli dianggap telah menyebarkan fitnah keji yang berisi SARA dan kebohongan kepada pemerintah.

Laporam Rian pun diterima oleh Polri. Hari ini, Jumat, 12 Oktober 2018, Rian diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai saksi atas laporannya tersebut. Kepada awak media, Rian mengaku membawa sejumlah barang bukti rekaman video lagu tersebut yang disimpannya dalam flashdisk.

“Jadi sebagai tindak lanjut dari pelaporan saya kepada FZ (Fadli Zon), saya diundang oleh penyelidik siber untuk diperiksa,” kata Rian di kantor Direktorat Tipid Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta.

Rian menilai perilaku Fadli merupakan bentuk kejahatan yang harus dilaporkan. Ia menyesal, lantaran politikus kawakan itu dengan mudahnya menyebarluaskan video tersebut di media sosial.

“Ini bahaya betul. Yang melakukan ini elite politik tentu ada maksud dan tujuan, tidak mungkin hanya atas dasar kreativitas dan iseng beliau posting ini, enggak mungkinlah,” cetusnya.

Sementara itu, Fadli Zon sebagai pihak terlapor masih merasa santai. Ia sama sekali tak bergeming atau takut dilaporkan atas tindakannya itu. Waketum Partai Gerindra ini merasa apa yang dilakukannya adalah hak pribadi sebagai warga negara yang bebas menyuarakan aspirasinya.

“Saya enggak takut sedikit pun,” kata Fadli, Kamis, 27 September 2018.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

4 jam yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

4 jam yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

4 jam yang lalu

Menag: MTQ Nasional Punya Makna Sosial dan Kebangsaan yang Sangat Besar

MONITOR, Semarang - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI di Semarang dibuka oleh Menko Bidang…

6 jam yang lalu

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 hari yang lalu