Ketika ‘Potong Bebek Angsa’ Fadli Zon jadi Boomerang

1048
Waketum Partai Gerindra Fadli Zon

MONITOR – Sepotong lagu ‘Potong Bebek Angsa’ ala Fadli Zon menjadi boomerang. Lagu ini viral usai diposting oleh politikus Gerindra itu di jejaring Twitter. Bukan karena lirik lagu, Fadli pun menampilkan video 3 pria dan 6 perempuan berhijab memakai seragam biru dan hitam serta topeng penguin. Mereka menari diiringi sindiran politik kepada kubu pesaingnya.

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI
fitnah HTI fitnah FPI
ternyata mereka lah yang PKI

Potong bebek angsa masak di kuali
gagal urus bangsa maksa dua kali
takut diganti Prabowo-Sandi
Tralalalala lala
takut diganti Prabowo-Sandi

Lagu plesetan yang diciptakan Fadli Zon membuat beberapa rivalnya marah. Misalnya kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Rian Ernest, yang melaporkannya ke Bareskrim Polri pada hari Selasa, 26 September 2018 lalu. Fadli dianggap telah menyebarkan fitnah keji yang berisi SARA dan kebohongan kepada pemerintah.

Laporam Rian pun diterima oleh Polri. Hari ini, Jumat, 12 Oktober 2018, Rian diperiksa penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri sebagai saksi atas laporannya tersebut. Kepada awak media, Rian mengaku membawa sejumlah barang bukti rekaman video lagu tersebut yang disimpannya dalam flashdisk.

“Jadi sebagai tindak lanjut dari pelaporan saya kepada FZ (Fadli Zon), saya diundang oleh penyelidik siber untuk diperiksa,” kata Rian di kantor Direktorat Tipid Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta.

Rian menilai perilaku Fadli merupakan bentuk kejahatan yang harus dilaporkan. Ia menyesal, lantaran politikus kawakan itu dengan mudahnya menyebarluaskan video tersebut di media sosial.

“Ini bahaya betul. Yang melakukan ini elite politik tentu ada maksud dan tujuan, tidak mungkin hanya atas dasar kreativitas dan iseng beliau posting ini, enggak mungkinlah,” cetusnya.

Sementara itu, Fadli Zon sebagai pihak terlapor masih merasa santai. Ia sama sekali tak bergeming atau takut dilaporkan atas tindakannya itu. Waketum Partai Gerindra ini merasa apa yang dilakukannya adalah hak pribadi sebagai warga negara yang bebas menyuarakan aspirasinya.

“Saya enggak takut sedikit pun,” kata Fadli, Kamis, 27 September 2018.