Majelis Adat Betawi Tegaskan Tak Ada Mubes Lanjutan

Untuk menghindari perpecahan di tubuh Bamus Betawi

Ketua Majelis Adat Bamus Betawi, Edi Nalapraya

MONITOR, Jakarta – Para sesepuh Betawi angkat bicara soal rumor adanya perpecahan ditubuh Badan Musyawarah Betawi (Bamus) Betawi.

Salah seorang sesepuh Betawi yang juga mantan Ketua Majelis Adat Bamus Betawi, Edi Nalapraya mengatakan, Bamus Betawi harus rukun. Oleh karenanya, dirinya menyatakan tidak benar kalau ada rumor yang mengatakan akan ada Musyawarah Besar (Mubes) Bamus Betawi lanjutan.

“Tidak ada itu Mubes lanjutan. Mubes sudah digelar, hasilnya terpilih Ketua Majelis Adat yang baru menggantikan saya yaitu Pak Nuri Taher,” ujar Edi Nalapraya kepada MONITOR usai bertemu Gubernur Jakarta di Balaikota Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dikatakannya kalau nantinya ada pihak-pihak yang memaksakan adanya Mubes Bamus lanjutan itu tak tidak sah.

“Pegang omongan saya tidak ada namanya Mubes lanjutan. Karena seperti yang saya katakan tadi Mubes Betawi sudah selesai dengan menunjuk Pak Nuri sebagai Ketua Majelis Tinggi Bamus Betawi,” tegasnya.

Menyinggung soal, terpilihnya Abraham Lunggana alias haji Lulung sebagai Ketua Umum Bamus Betawi?

“Wah kalau itu kewenangan majelis adat nanti yang memutuskan. Karena Majelis Adat lah yang mempunyai kewenangan penuh untuk menentukan siapa sosok yang pantas untuk menduduki jabatan Katua Umum Bamus Betawi,” terangnya.

Ditempat yang sama, Ketua Majelis Adat Bamus Betawi terpilih, Nuri Taher, membenarkan kalau dia dan sebelas anggota Majelis Adat yang nantinya menentukan siapa Ketua Umum Bamus Betawi.

“Nanti kami di Majelis Adat akan melakukan rapat terlebih dahulu untuk menentukan siapa figur yang pantas menjadi Ketua Umum Bamus Betawi. Rapat rencana akan kami gelar Insya Allah pertengahan bulan ini,” jelasnya.

Lantas siapa figur yang nanti dipilih untuk menempati posisi Ketua Bamus Betawi?

“Nantilah setelah kami di Majelis Adat melakukan rapat. Tapi yang jelas baru nama Lulung yang masuk ke majeleis adat,” pungkasnya.