Bumi Makin Panas, Suhu di Dunia Alami Kenaikan Lebih dari 1,5 Derajat

1020
ilustrasi/google image

MONITOR, Jakarta – Beberapa waktu terakhir, cuaca dan udara di tanah air terasa lebih panas dari sebelumnya. Ternyata, hal tersebut tidak hanya dirasakan di Indonesia saja, melainkan juga di negra-negara lain.

Nah, terkait hal itu, para ilmuwan dan pemerintah dari seluruh dunia tengah menggelar pertemuan pada pekan ini untuk membahas persoalan pemanasan global. Pertemuan yang berlangsung di Incheon, Korea Selatan, itu membahas tentang menjaga pemanasan global maksimal berada di level 1,5 derajat Celcius.

Koordinator Ilmu Iklim dan Energi Global di World Wildlife Fund, Christopher Weber menyatakan, laporan The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menunjukkan ada peluang kenaikan suhu melebihi 1,5 derajat Celcius. “Ini akan memiliki konsekuensi menghancurkan, termasuk hilangnya habitat dan spesies,” kata Weber, sebagaimana dikutip Reuters.

Weber menilai bukti adanya pemanasan global dan potensi kenaikan suhu dari 1,5 derajat tidak hanya ditunjukkan dari laporan yang ada. Alam, menurut dia, sudah memberikan gelagat adanya kenaikan suhu mendekati dua derajat. Salah satunya ialah munculnya berbagai cuaca ekstrem seperti gelombang panas di Jepang dan Eropa, kebakaran hutan di California dan Yunani.

Selain itu, munculnya badai yang dahsyat di kawasan Filipina. “PBB memperkirakan dalam 10 tahun terakhir bencana terkait iklim menyebabkan kerugian USD 1,4 triliun,” kata Weber.