NASIONAL

Pertemuan IMF dan World Bank bukan untuk Indonesia minta utang

MONITOR, Bali – Kondisi ekonomi Indonesia saat ini dirasakan makin memburuk. Naiknya harga berbagai kebutuhan, anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar dan berbagai permasalahn lainnya, dirasakan semakin membuat hidup masyarakat semakin berat.

Belum lagi musibah gempa bumi dan tsunami yang belum lama ini terjadi di Lombok dan Sulawesi Tengah. Langkah pemerintah dalam mengantisipasi dan memberikan bantuan, pada para korban yang terdampak dirasakan sangat lamban sehingga dirasakan sangat tak maksimal.

Di tengah berbagai kondisi itu, pemerintah Indonesia justru berani menjadi tuan rumah pertemuan International Monetery (IMF) dan Worl Bank (Bank Dunia) di Bali yang anggarannya terbilang sangat besar, nyaris Rp 1 triliun.

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pertemuan tersebut bukanlah ajang untuk mengajukan pinjaman. Dirinya menegaskan, Indonesia hanya menjadi tuan rumah pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral anggota-anggota IMF dan Bank Dunia.

“Tidak (ada rencana mengajukan pinjaman), karena IMF itu adalah institusi yang hanya melakukan pinjaman bagi negara yang mengalami krisis neraca pembayaran,” katanya kepada wartawan, di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin, 8 Oktober 2018.

Adapun Pertemuan IMF-World Bank digelar di Nusa Dua, Bali 8-14 Oktober 2018. Pertemuan ini merupakan ajang bagi menteri-menteri keuangan dan juga gubernur bank sentral untuk membicarakan mengenai kebijakan ekonomi dan fiskal di masing-masing negara ataupun di dunia.

Banyak pihak menilai pemerintah Indonesia akan memanfaatkan pertemuan itu untuk mengajukan utang baru ke Bank Dunia atau IMF. Sri Mulyani menyampaikan pernyataan itu untuk meluruskan isu yang berkembang bahwa pemerintah berencana mengajukan pinjaman ke Bank Dunia atau IMF. “Banyak yang ingin mencoba untuk membuat seolah-olah ini menjadi isu,” katanya.

Sri Mulyani mengakui saat ini kondisi ekonomi Indonesia tengah menghadapi banyak tantangan dan penyesuaian. Meskipun demikian, mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini beralasan Indonesia tak ada niat untuk mengajukan pinjaman karena kondisi fundamental ekonomi masih cukup baik.

Bendahara negara ini menambahkan bahwa Indonesia menjadi penyelenggara pertemuan IMF dan Bank Dunia karena ingin menjadi warga dunia yang baik dengan cara berkontribusi melalui pemikiran ekonomi. Terutama, kata dia, untuk bisa menciptakan kondisi dunia yang aman sekaligus menciptakan kesejahteraan bersama.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

7 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

16 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

18 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

19 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

20 jam yang lalu