Kabupaten Tanah Laut Siap Optimalkan Tanaman Padi

1025
Kabupaten Tanah Laut siap memaksimalkan tanaman padi

MONITOR, Tanah Laut – Selama ini masyarakat petani masih terpola dengan kebiasaan lama dan kurang menyadari bahwa potensi lahan masih bisa dioptimalkan untuk produksi. Di berbagai tempat banyak petani hanya tanam satu atau dua kali setahun dan membiarkan tanahnya bera dan tidak ditanami.

Padahal jika kita lihat lahan mereka masih memiliki cukup air dan kelembaban untuk mendukung pertanaman padi gogo atau palawija. Praktek seperti ini banyak terjadi di luar Jawa, Banten dan sebagian Jawa Barat. Hal ini sungguh menjadi potensi yang disia-siakan.

Direktur Serealia Ditjen Tanaman Pangan Kementan, Bambang Sugiharto, mengatakan bahwa pemerintah terus mendorong dan menyadarkan petani untuk memanfaatkan lahan mereka, yaitu dengan tidak membiarkan tanahnya menjadi bera. Upaya ini dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan tanam.

Di tempat terpisah, Kasie Ekstensifikasi dan Pemberdayaan Padi Irigasi dan Rawa, Indra Rochmadi, mengungkapkan salah satu contoh lokasi yang masyarakat petaninya masih belum memanfaatkan lahan secara optimal yaitu di Kabupaten Tanah Laut.

Di kabupaten tersebut, umumnya petani membiarkan lahannya kosong setelah panen terakhir di bulan Juli. Mereka akan memulai bertanam lagi pada bulan Desember, berarti setidaknya ada 5 bulan lahan dibiarkan menganggur.

Untuk mendorong semangat petani kami telah melakukan upaya percepatan dengan melakukan gerakan tanam penanaman padi gogo di lahan sawah seluas sekitar 4.000 hektar.

“Diharapkan petani akan tergerak melakukan penanaman dengan pola tanam intensif, jadi tidak membiarkan lahan menganggur,” ungkap Indra.

Bahkan sejak pertengahan September tim Direktorat Serealia tinggal di Desa Kandangan Lama, Kab Tanah Laut untuk mengawal dan mengarahkan petani.

“Kami memberikan pendampingan dan dukungan secara konperhensif dan total. Kami berkomitmen memberikan bantuan benih padi varietas situbagendit dan herbisida dan Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Laut ikut mengerahkan Traktor Roda 4, Spray Herbisida dan Pompa Air,” tambah Bambang.

Komitmen tersebut ditunjukkan dengan bantuan saprodi dan alsintan yang dapat didatangkan dalam waktu kurang dari satu minggu setelah pencanangan/perencanaan.

“Sepanjang umur kami program ini merupakan bantuan pertanian paling cepat tersalur selama ini di Kecamatan Panyipatan,” ungkap Kepala Desa Kandangan Lama.

Kepala Dinas Pertanian Kab. Tanah Laut, Ahmad menambahkan, mereka bangga Tanah Laut terpilih untuk kegiatan ini, menyadarkan kami bahwa Tanah Laut memiliki potensi untuk menyumbangkan pangan bagi nusantara. Kecepatan pelaksanaan kegiatan ini didukung karena petani sangat termotivasi dengan cara bertanam baru dengan memanfaatkan musim kemarau.

“Baru pertama kali petani melakukan pertanaman di musim kemarau ini dan menggunakan varietas unggul,” pungkas Marzuki Ketua Gapoktan Berkat Mufakat.