EKONOMI

IHSG Kembali Berpotensi Menguat

MONITOR, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan Selasa (9/10), berpotensi menguat. Hal ini didukung apresiasi para pelaku pasar yang masih cukup inklusif.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji mengungkapkan, pergerakan IHSG diprediksi relatif menguat. Meskipun begitu, tetap ada potensi bahwa nilai tukar rupiah terdepresiasi terhadap dollar AS.

IHSG hari ini diperkirakan bergerak di level support 5.696,58 dan resistance 5.827,17 dengan potensi menguat.

Adapun beberapa saham yang direkomendasikab, di antaranya PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), PT PP Presisi Tbk (PPRE), PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL), PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) dan PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP).

Recent Posts

Menag Sosialisasikan Tujuan Pembentukan Ditjen Pesantren

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan safari ke sejumlah pesantren di Jawa Timur.…

35 menit yang lalu

Ratusan Jemaah Umrah Tertahan di Arab Saudi, KJRI Jeddah: Kami Siaga 24 Jam

MONITOR, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memastikan proses pemulangan jemaah umrah…

6 jam yang lalu

Kemenag Rilis 5 Arah Baru PTKI, Mahasiswa Bisa Lulus S1-S2 dalam 5 Tahun!

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, memaparkan lima arah kebijakan…

7 jam yang lalu

Pengamat: Prabowo Harus Tegaskan Politik Non-Blok di Tengah Eskalasi Konflik Iran

MONITOR, Jakarta - Eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran semakin memicu…

9 jam yang lalu

Sinergi Lintas Sektor di Lumajang: HKTI, TNI, dan Ulama Gelar ‘Spirit Ramadhan’

MONITOR, Lumajang - Momen Ramadhan 1447 H, kolaborasi lintas sektor antara Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…

9 jam yang lalu

Kementan – Kemendiktisaintek Dorong Inovasi Baru Dosen Dapatkan Hak PVT

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP)…

10 jam yang lalu