STORI

9 Oktober 1962, Resmi Berdirinya Negara Urganda

MONITOR – Tepat 56 tahun yang lalu pada 9 Oktober 1962, sebuah negara di Afrika Timur, yang disebut dengan julukan ‘Mutiara Afrika’ oleh Winston Churchill, yakni negara Urganda resmi berdiri dan menjadi sebuah republik.

Negara Urganda berbatasan dengan Kenya di sebelah timur, Sudan di utara, Republik Demokratik Kongo di barat, Rwanda di barat daya, dan Tanzania serta Danau Victoria di selatan. Nama negara ini berasal dari kerajaan Buganda yang wilayahnya dahulu mencakup bagian selatan Uganda. Uganda terbagi kepada 70 distrik.

Pada mulanya Uganda dikuasai oleh beberapa suku-suku besar yang berprofesi sebagai pemburu. Suku terbesar adalah suku Baganda atau Buganda. Suku ini berhasil mendirikan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh Kimera. Giovani Miani (seorang penjelajah dari Italia) adalah orang Eropa pertama yang menemukan Uganda pada tahun 1860.

Kemudian, para misionaris berdatangan. Pada tahun 1862 ditemukan situs Raja ke-30 dari Kerajaan Buganda yang ditengarai berkuasa pada abad ke-16. Pada abad ke-19, Uganda dikuasai oleh Inggris dan Mesir. Ketika itu Uganda menjadi salah satu provinsi Mesir bernama Equatoria. Penguasaan Equatoria oleh Mesir berakhir pada pemerintahan Emin Pasha pada tahun 1889 dan beralih ke tangan Inggris pada tahun 1890.

Perjuangan untuk memperoleh kemerdekaan dari Inggris dimulai pada tahun 1945-1949, yaitu ketika ada kerusuhan kaum proletar di Buganda. Pada 1953, Raja Mutesa II (Kabaka) diasingkan ke Inggris dan dikembalikan ke Uganda pada tahun 1955. Akhirnya pada 9 Oktober 1962, Uganda memnperoleh kemerdekaan dari Inggris.

Apollo Milton Obote terpilih sebagai perdana menteri pertama. Kabaka Edward Mutesa II (Raja Buganda) sebagai kepala negara. Pada tahun 1966 terjadi pembunuhan berdarah di istana, hingga akhirnya Milton Obote menghapuskan Kerajaan Buganda dan Kabaka Edward Mutesa II mengasingkan diri ke Inggris hingga wafat dalam kemiskinan selama tiga tahun.

Pada 25 Januari 1971, ketika Milton Obote menghadiri suatu konperensi di Singapora, Mayor Jenderal Idi Amin mengambilalih kekuasaan. Pada pemerintahan ini Uganda sangat terkenal di dunia, karena Idi Amin melakukan banyak pembunuhan (sangat kejam) kepada lawan-lawan politiknya, khususnya yang berasal dari Acholi dan Langi. Diperkirakan sebanyak 300.000 orang dibunuh pada masa pemerintahannya. Ia berkuasa sampai tahun 1979.

Pada April 1979, tentara pemberontak yang tidak menyukai kediktatoran Idi Amin, yang tergabung dalam Uganda National Liberation Army (UNLA) dibantu oleh tentara Tanzania memasuki Kampala dan mengusir Idi Amin. Yusuf Lule menggantikan kedudukan Idi Amin selama dua bulan, lalu digantikan oleh Godfrey Binaisa selama sebelas bulan, yang akhirnya dikudeta, dan kedudukannya digantikan oleh Paul Muwanga yang berkuasa selama empat bulan sampai dengan 20 September 1980 untuk mempersiapkan pemilihan umum.

Milton Obote terpilih kembali menjadi Presiden Uganda pada tanggal 11 Desember 1980. Milton Obote melakukan kebiasaan lamanya, yaitu berlaku diktator. Pada masa pemerintahannya diperkirakan 100.000 orang dibunuh.

Hal ini membuat Yoweri Museveni (dilahirkan di Bahima, sebelah barat Uganda pada tahun 1944) bersama 26-30 anak muda lainnya mulai merancang pemberontakan dengan membentuk The National Resistance Army (NRA). NRA berhasil membuat kekacauan, sehingga akhirnya Milton Obote berhasil digulingkan.

Karena terjadi ketegangan konstitusi, parlemen akhirnya memutuskan Jenderal Tito Okello menggantikan Milton Obote pada Juli 1985. Kedudukan Okello juga tak lebih baik, akhirnya dalam perjanjian yang diadakan di Kenya, Okello mengalah kepada Museveni. Pada 29 Januari 1986, Museveni disumpah sebagai Presiden Uganda. Pada 12 Maret 2001, Museveni terpilih kembali sebagai Presiden Uganda sampai tahun 2006.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

5 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

1 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

1 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

1 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu