Rupiah Melemah, Tim Ekonomi Jokowi-JK Payah

Jokowi diminta tak ragu melakukan reshuffle tim ekonomi

MONITOR, Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS anjlok hingga menembus level 15.000 atau tepatnya 15.071 pada perdagangan Selasa (2/10).

Anjloknya rupiah menjadi pukulan telak Indonesia ditengah berbagai upaya menahan laju kenaikan dolar. Faktor global yang tetus menekan beberapa nilai mata uang di dunia terhadap dolar yang menjadi biang kerok nampaknya belum mampu dihadapi tim ekonomi pemerintahan Jokowi-JK dengan formulasi yang jitu.

Pengamat komunikasi politik Emrus Sihombing menilai pemerintah harus lebih berhati-hati menentukan formula ekonomi mengatasi liarnya lonjakan dolar AS. Ia menegaskan tim ekonomi Kabinet Presiden Jokowi-JK belum memiliki solusi komprehensif untuk meredam berbagai macam faktor yang mengakibatkan rupiah tidak berdaya. Apalagi, kondisi ini menggerus cadangan devisa RI.

“The Fed bakal terus menaikkan suku bunga dalam beberapa waktu ke depan. Ini memang diakui sebagai faktor eksternal namun tim ekonomi harus sudah bersiap dan meramu formula terbaik untuk rakyat Indonesia,” ujarnya melalui sambungan telepon, Selasa (2/10).

Emrus mengatakan, pemerintahan Jokowi-JK tidak perlu ragu mengevaluasi kinerja tim ekonomi bila memang hasil evaluasi itu akan memberikan stabilitas dan rasa aman bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Siapapun ekonom atau pakar ekonomi yang mampu menyelesaikan persoalan ekonomi bangsa ini dan memberikan formula yang lebih baik, maka tidak ada alasan bagi pemerintah untuk menutup mata sekalipun opsi itu ialah presiden melakukan reshuffle kabinet,” tegasnya.