MoU APBD Perubahan Akhirnya Ditandatangani Anies

Anies akhirnya mau menuruti keinginan dewan

1024
Ketua DPRD DKI Fraksi PDIP, Prasetyo Edi Marsudi (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Kalangan Wakil Rakyat Jakarta akhirnya mau menandatangani MoU Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Penandatanganan terjadi setelah Gubernur Jakarta Anies menarik keinginginanya untuk memasukan anggaran Penyertaan Modal Daerah (PMD) untuk PAM Jaya sebanyak Rp 1,2 triliun.

“Sudah, MoU APBD Perubahan sudah saya tandatangani, Rabu (26/9), kita Paripurna,” ujar Ketua DPRD Jakarta Prasetio Edi Marsudi kepada MONITOR seraya memperlihatkan bukti MoU yang telah ditandatanganinya.

Diakui Pras panggilan akrabnya. Ia memang sempat menolak untuk menandatangani MoU tersebut karena ada keinginan dari pihak eksekutif untuk memasukan anggaran yang sebelumnya sudah ditolak dalam rapat Badan Anggaran (Banggar).

“Di Banggar sudah kita coret dan semua sepakat. Masa pas MoU tiba-tiba mau dimasukan lagi. Ini kan gak benar,” tandas Pras.

Pras menyebut anggaran yang dimaksudkan adalah pengajuan PMD untuk PAM Jaya seberaar Rp 1,2 triliun.

Dari berkas MoU APBD Perubahan 2018, ternyata ada dua pimpinan dewan yang tetap tak mau menandatangani MoU. Kedua pimpinan itu adalah Wakil Ketua dewan Ferial Sofyan dari Fraksi Demokrat dan Abraham Lunggana alias haji Lulung dari Fraksi PPP. Sementara Lulung sendiri sudah menyatakan keluar dari keanggotaannya sebagai Wakil Rakyat Jakarta setelah namaya keluar di Daftar Caleg Tetap (DCT) dari Partai PAN.

“MoU cukup ditandatangani saya sebagai Ketua DPRD dari PDIP, Wakil Ketua M Taufik dari Gerindra dan Wakil Ketua Triwisaksana dari PKS,” pungkasnya.