Ratusan penari dan anak anak ikut menari massal dalam pembukaan pagelaran Pertamina Budaya yang terselenggara atas kerjasama Pertamina Internasional EP (PIEP), Yayasan Belantara Bu di atas dan Keraton Kasepuhan Cirebon
MONITOR, Cirebon – PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (Pertamina Internasional EP) bekerjasama dengan Keraton Kasepuhan Cirebon dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia secara resmi membuka gelaran Pertamina Budaya di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, pada Sabtu (22/9).
Presiden Direktur PIEP, Denie S. Tampubolon menyatakan, Cirebon merupakan kota sejarah yang banyak menyimpan kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan bersama-sama. Melalui Program Pertamina Budaya, diharapkan bisa menjaga kelestarian budaya Indonesia, khususnya seni tari topeng Cirebon yang sudah melegenda dan diwariskan turun-temurun sejak masa Kesultanan Cirebon dipimpin Sunan Gunung Jati.
“Untuk melestarikan budaya khas Cirebon, bekerjasama dengan Kesultanan Kasepuhan Cirebon dan Yayasan Belantara Budaya Indonesia, kita menyepakati program edukasi tari kepada masyarakat Cirebon dalam setahun kedepan. Saya berharap program kerja sama ini mampu meningkatkan potensi kemandirian masyarakat dan memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional. Semoga kegiatan ini mendapat dukungan positif dari pemerintah setempat serta membangun citra positif perusahaan,” ungkap Presiden Direktur PIEP, Denie S. Tampubolon.
Seni Tari Topeng, lanjut Denie, bukan hanya sebagai hiburan dan seni semata, tetapi memiliki nilai-nilai kehidupan yang sangat relevan dengan konteks kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Dalam tarian tersebut terkandung nilai-nilai kepemimpinan, kebijaksanaan dan kasih sayang. Bahkan, tarian ini juga menggambarkan perjalanan hidup manusia sejak dilahirkan hingga menginjak dewasa.
“Kalau kita baca sejarah dan nilai-nilai filosofi yang terkandung dalam seni tari topeng Cirebon, banyak yang bisa kita ambil pelajaran. Salah satunya karakter Topeng Temenggung, yang menggambarkan kebaikan kapada sesama manusia, saling menghormati dan senantiasa mengembangkan silih asah, silih asih dan silih asuh. Begitu juga karakter Topeng Klana, yang melambangkan kerja keras dan usaha untuk menggapai apa yang dicita-citakan,” imbuh Denie.
Disaksikan langsung oleh jajaran Direksi PIEP, gelaran Pertamina Budaya dimeriahkan dengan aksi menari serempak bersama masyarakat yang dikemas dalam aksi flashmob. Ratusan masyarakat yang hadir dalam pembukaan Pertamina Budaya ini, secara serentak melakukan aksi menari bersama. Tua – muda, laki-laki dan perempuan, semuanya larut dalam kegembiraan. Aksi flashmob ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk menjaga tradisi seni tari topeng Cirebon.
Gelaran Pertamina Budaya, merupakan bagian dari rangkaian Program Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina Internasional EP di Kota Cirebon, Jawa Barat. Sehari sebelumnya, di Kota Udang ini, juga telah dilaksanakan Pertamina Mengajar sebagai bentuk kepedulian terhadap duna pendidikan. PIEP menyerahkan berbagai bantuan antara lain tas sekolah untuk para siswa serta sumbangan buku-buku bacaan untuk melengkapi perpustakaan sekolah yang diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar mengajar siswa
MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Prof Asep Saepudin Jahar mengapresiasi kebijakan trasformatif…
MONITOR, Jakarta—Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan tiga perguruan tinggi di Bandung, yakni Universitas…
Oleh: Haris Zaky Mubarak, MA* Dalam setiap episode diskursus pelemahan rupiah, satu fenomena selalu berulang…
MONITOR, Jenewa - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memaparkan sejumlah program Presiden Prabowo Subianto untuk menyiapkan…
MONITOR, Jeddah - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengungkap dugaan praktik…
Buya Satria Efendi Tuanku Kuniang(Wakil ketua PCNU Padang Pariaman) Nahdlatul Ulama (NU) sedang berada di…