Perjuangan SBY Mengusut Teror Asia Sentinel

Eks Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

MONITOR, Jakarta – Permohonan maaf dari media asing berbasis di Hongkong, Asia Sentinel, diterima oleh Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kendati demikian, mantan Presiden RI ke-6 itu akan tetap menempuh jalur hukum.

Secara lugas, SBY dan partainya mengatakan akan mencari kebenaran yang tersembunyi dibalik teror propaganda yang selama ini terjadi. Suami Ani Yudhoyono ini pun meminta izin kepada Jokowi selaku Kepala Negara untuk memperjuangkan kasus dibalik skandal Bank Century.

“Saya mohon izin Bapak Presiden Jokowi untuk perjuangkan kebenaran ini, demi martabat dan kehormatan saya sebagai mantan Presiden,” kata SBY, dalam laman resmi Twitternya.

Anehnya, SBY mengaku tak ingin merepotkan negara. Namun, ia tetap meminta bantuan Kedutaan Besar di sejumlah negara. Selain itu, ia menyatakan butuh bantuan kepada pihak kepolisian untuk membantunya mengawal keadilan hukum.

“Saya tengah mencari jalan untuk melapor kepada pihak kepolisian. Bantuan pihak kepolisian sangat berarti untuk tegaknya hukum dan keadilan,” kata SBY.

Di tengah keterbatasan itu, SBY mengaku tetap gigih untuk memperjuangkan kebenaran. Meskipun, ia sendiri masih ragu ikhtiar yang dilakukannya akankah berbuah manis.

“Tiga hari lagi kampanye pemilu 2019 dimulai. Namun, para kader Demokrat mari kita tuntaskan dulu perjuangan utk temukan kebenaran ini,” ajak SBY.