OPINI

Menyikapi Pergeseran akibat Gempuran Teknologi

Wardatul Hasanah

Penulis Lepas, Alumni Ponpes Darul Ulum 
Pamekasan - Jawa Timur

 

MONITOR – Perkembangan teknologi telah membawa manusia di seluruh dunia semakin kaya akan informasi yang dapat diakses dengan mudah lewat jaringan internet.

Era digital telah banyak mengubah pola pikir dan cara komunikasi masyarakat secara luas. Begitu pun dengan perusahaan dan para pebisnis yang dengan mudah dapat berinteraksi dan memasarkan produk dan jasanya kepada konsumen. Kecanggihan teknologi telah menyebabkan pergeseran besar-besaran dalam berbagai bidang kehidupan.

Inilah tema yang dibahas  oleh Rhenald Kasali dalam buku terbarunya bertajuk The Great Shifting. Buku ini merupakan kelanjutan dari buku Disruption yang terbit tahun lalu.

Buku “The Great Shifting”

Pergeseran (shifting) menurut Rhenald Kasali, tidak hanya terjadi dari bisnis offline ke online melainkan sudah merambah ke semua lini kehidupan manusia.  Buku ini akan memperkaya pengetahuan kita tentang tiga gagasan fundamental dalam peralihan besar yaitu platform, perubahan dalam kehidupan, dan dampaknya terhadap dunia bisnis.

Ketika produk menjadi platform, kehidupan dan bisnis pun berpindah. Pertarungan berubah, bukan lagi antara sesama pelaku usaha dalam industri sejenis, melainkan antar-ekosistem, antar-platform. Begitulah peradaban informasi. Segala kekuatannya berawal dari data, menjadi informasi dan memberi pengetahuan.

Sebagai startup lokal seperti Go-JEK, Bukalapak, dan Kitabisa.com sudah berbentuk platform. Demikian juga transaksi bisnis terselubung seperti alat-alat kesenangan seksual, obat-obatan terlarang, online dating, online game, perabotan perawatan bayi, dan jasa-jasa tertentu, yang sudah berpindah ke dunia platform dan memengaruhi kehidupan secara luas (hlm 5).

Dengan kekuatan teknologi informasi, platform mempertemukan dua atau lebih pasar, menggantikan vendor dan user-nya sebagai beberapa kekuatan pasar, menciptakan kebutuhan, dan menjadikannya pelanggan baru lewat algoritma harga dan gaya hidup. Lebih dari itu, platform meningkatkan customer value melalui pengikisan biaya transaksi yang sudah lama menjadi musuh dalam selimut perekonomian yang sekaligus menyajikan manfaat jejaring.

Pergeseran (shifting) tidak hanya terjadi pada dunia bisnis semata, melainkan sudah terjadi pada industri transportasi, industri kesehatan, ritual budaya hingga cara seseorang memperoleh pendidikan. Contoh konkretnya dalam industri kesehatan, di mana seseorang bisa memeriksakan kesehatannya kapan saja secara real time. Dengan teknologi, harapan hidup manusia akan lebih panjang dan penyakit kanker pun tidak lagi menjadi misteri. Kita pun bisa mendeteksi gejala sel kanker yang mungkin aktif dalam tubuh kita di masa depan. Dengan begitu pengobatan akan bergeser pada pencegahan.

Dunia pendidikan pun mengalami pergeseran. Di era digital pendidikan semakin dinamis. Melalui metode yang dikenal dengan Massive Open Online Course (MOOC), misalnya, siapa pun bisa mengakses materi-materi kuliah dengan mudah dan tanpa biaya. Mahasiswa pun tidak harus mengikuti seleksi masuk untuk ikut belajar. Metode MOOC ini bagaikan banjir bandang bagi dunia pendidikan saat ini.

Namun, harus diakui langkah tersebut masih termasuk langkah awal dan masih akan terus berkembang agar memungkinkan peminat terus belajar sepanjang hayat pada era digital. Ia masih baru dinikmati kaum millenial yang sudah kenal smartphone sebelum kuliah, berbeda dengan orangtua mereka yang kuliah dulu baru belajar memakai smartphone (hlm 231).

Inilah yang membuat banyak siswa, calon mahasiswa bahkan mahasiswa beralih menggunakan pendidikan berbasis online. Dengan sistem online, memungkinkan seorang siswa belajar secara mandiri karena mereka mampu mencari informasi, menentukan apa yang akan dipelajari, dan menentukan jadwal pembelajaran sendiri.

Akhirnya, buku ini hadir di waktu yang tepat ketika teknologi tumbuh signifikan dan telah mengubah berbagai sisi kehidupan masyarakat dunia. Oleh karena itu, buku karya guru besar FE-UI ini penting dibaca oleh para pendidik, orangtua, pebisnis dan kaum millennial agar nantinya tidak gagap menghadapi segala bentuk perubahan akibat gempuran teknologi.

Recent Posts

Satgas Kahurtla TNI Gelar Sholat Istisqo dan Sosialisasi di Melawi

MONITOR, Melawi - Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Sholat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran…

16 jam yang lalu

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

MONITOR, Jakarta — Sebanyak 81.171 lowongan kerja masih aktif dan dapat dilamar melalui Karirhub Kementerian…

21 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

1 hari yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

1 hari yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

1 hari yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

1 hari yang lalu