Ilustrasi IHSG (Foto: Istimewa)
MONITOR, Jakarta – Tren pelemahan pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi peluang investasi yang cukup menjanjikan bagi investor lokal untuk mengkoleksi saham-saham murah, sebelum siklus kenaikan indeks kembali balik arah.
Senior Vice Presiden Intermediary Business Schoders, Adrian Maulana mengatakan bahwa investor lokal jangan terlambat masuk ke pasar obligasi dan saham karena yield yang sudah menarik.
“Per hari ini (10 Sepember 2018) valuasi obligasi dan saham sudah lebih menarik. Tinggal butuh kebijakan pemerintah yang lebih struktural dan konkrit untuk meredam volatilitas,” katanya, Selasa (11/9).
Menurut Adrian, aksi jual yang dialami pasar obligasi dan saham karena kepanikan akan efek dari Turki, Argentina, Brazil yang merembet ke negara berkembang lain, termasuk Indonesia.
“Negara-negara tersebut, termasuk Indonesia mengalami dua defisit yaitu current account deficit (CAD) dan fiscal deficit. Bedanya, negara lain mengalami inflasi tinggi seperti Turki 18 persen dan Argentina 31 persen, sedangkan inflasi Indonesia rendah di 3,2 persen,” paparnya.
Meski demikian, selama ekonomi Amerika Serikat sedang membaik, suku bunga akan terus meningkat serta mata uang dolar AS terus menguat dan harga minyak masih tinggi, negara-negara dengan defisit transaksi berjalan masih akan rentan.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kementerian Agama menggelar kegiatan Takjil Pesantren yang dirangkai dengan Talkshow…
MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia…
MONITOR, Jakarta - Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua…
MONITOR, Bogor - Pembangunan sektor agro-maritim Indonesia harus berakar pada nilai-nilai Qur’ani yang terintegrasi antara…
MONITOR, Jakarta - Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama kembali menggelar Program Salat Tarawih…
MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan tiga poin instruksi strategis bagi…