ULASAN

Mungkinkah Ahok jadi Mualaf?

MONITOR, Jakarta – Kabar pernikahan antara Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Bripda Puput Nastiti Devi kian santer jadi perbincangan publik. Terlebih, Ahok yang merupakan penganut agama katolik taat itu bertekad menikahi seorang Muslimah.

Dalam ajaran Islam, hal itu jelas dilarang. Seorang muslimah hendaknya menikah dengan seorang muslim. Begitupun sebaliknya. Hal ini sudah ditegaskan oleh mantan pentolan FPI, Habib Novel Bamukmin.

“Baguslah kalau Ahok mau menikahi wanita muslimah, tapi sebelum nikah kalau bisa si Ahok harus berhijrah terlebih dahulu jadi nikahnya berdasarkan Islam,” ujar Habib Novel saat ditanya mengenai kabar pernikahan Ahok.

Lantas, mungkinkah mantan Gubernur DKI Jakarta itu memeluk agama Islam sebelum menjalankan pernikahan di Januari 2019 nanti?

Tidak. Rupanya hal itu mustahil diwujudkan. Adik Ahok, Fifi Lety Tjahaja Purnama menegaskan bahwa sang kakak tidak mungkin pindah agama hanya karena urusan wanita.

“Sudah jelas tidak mungkin demi wanita @basukibtp pindah agama. Kalau dulu saja diminta pindah agama demi jabatan atau demi tidak masuk penjara dia tidak mau, mana mungkin cuma gara-gara wanita pindah,” ujar Fifi lewat akun Instagramnya, Sabtu (8/9/2018).

Fifi menegaskan, Ahok merupakan sosok yang memegang teguh pada sebuah prinsip, termasuk keyakinan beragama. Hal itu dikatakan Fifi, terlihat saat ayah dari Nicholas Sean itu menjalani masa kampanye.

Kala itu, Ahok menegaskan keputusan memilih calon tidak boleh didasari karena calon itu pindah agama mengikuti pemilih.

“Apalagi Ahok selalu bilang pada masa kampanye: ketika ada yang minta “Kalau bapak pindah agama kami pilih bapak” BTP selalu bilang ini salah,” kata Fifi.

Namun lagi-lagi Fifi menegaskan, keputusan seseorang pindah agama merupakan hak setiap orang yang harus dihormati, termasuk pula sang kakak.

“Asalkan memang karena dapat panggilanNya, bukan karena demi hal hal lain,” katanya.

Recent Posts

Puan: Negara Tak Boleh Kehilangan Satu Generasi karena Anak-anak Putus Sekolah

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai temuan mengenai sekitar 6.000 anak putus…

6 jam yang lalu

Sekda Lamteng Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Tenaga Honorer Fiktif, Legislator Pertanyakan Mengapa Belum Ditahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mempertanyakan mengapa Polisi belum menahan Sekretaris…

6 jam yang lalu

Lanud Sjamsudin Noor Gelar Karya Bakti Lestarikan Warisan Sejarah Dirgantara

MONITOR, Banjarbaru - Jelang Peringatan Ke-79 Hari Bakti TNI Angkatan Udara Tahun 2026, Lanud Sjamsudin…

10 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS…

11 jam yang lalu

Waasops Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Satgas Penanggulangan Karhutla 2026, Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

MONITOR, Jakarta - Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsda TNI M. Taufik Arasj, S.Sos.,…

12 jam yang lalu

Soroti Bentrokan Matraman, Pengamat: Konflik Individu Jangan Jadi Konflik Kelompok

MONITOR, Jakarta - Peristiwa bentrokan yang melibatkan sejumlah warga di kawasan Matraman menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut…

14 jam yang lalu