PERTANIAN

Rizal Ramli: Impor Pangan Sengaja Dilakukan Kartel Demi Meraup Untung

MONITOR, Jakarta – Merujuk Angka Tetap (ATAP) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), kurun waktu dua tahun terakhir 2016-2017, ekspor hasil pertanian yang meliputi komoditas tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan hortikultura terjadi kenaikan.

Beberapa komoditas pertanian yang menonjol kenaikan ekspornya seperti beras, bawang merah dan jagung. Selain itu, komoditas pertanian yang juga naik yakni nenas, salak, daging ayam, telur unggas, kelapa, kelapa sawit, kopi, kakao, karet, pala dan teh.

Di tahun 2016, volume ekspor hasil pertanian hanya 35,49 juta ton, nilanya USD 26,73 miliar. Sementara di tahun 2017 naik menjadi 41,26 juta ton, nilainya cukup fantastis yakni USD 33,05 miliar. Hasil, volume dan nilai neraca perdagangan sektor pertanian tahun 2016-2017 surplus. Yakni masing-masing 97,06 persen dan 45,85 persen.

Namun demikian di tahun 2018 ini, impor pangan tak terkendalikan. Ekonom Senior, Rizal Ramli menyebutkan melonjaknya volume impor pangan saat ini salah satunya disebabkan kebijakan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Misalanya, impor beras mencapai 2 juta ton dan gula 1,1 juta ton.

“Biang keroknya Mentri Perdagangan Enggar ! Rugikan petani dan petambak garam,, dan grogoti elektibilitas @jokowi,” demikian kicau Ekonom senior Dr Rizal Ramli dalam akun twitter pribadinya @RamliRizal.

Menteri Perekonomian era Presiden Gusdur itu pun dalam twitternya menjelaskan pertanyaan dari akun twitter @AndyHan terkait impor pangan yang terjadi saat ini dilakukan terus menerus. Impor yang baru lalu yakni beras dan sekarang gula.

“Seingat saya @RamliRizal pernah bahas di IBF, saya nggak mau menyimpulkan, makanya saya tag pak RR, siapa tau beliau berkenan menjelaskan dengan singkat, kenapa hal ini terjadi terus menerus, yg baru lalu Beras skrg Gula,” tanya @AndyHan kepada Rizal Ramli.

“Kartel impor pangan, yg dapat keuntungan puluhan trilliun,, memang sengaja melakukan impor pada saat panen. Sehingga petani tebu, padi dan bawang tahun depan mengurangi produksinya. Tercipta “ketergantungan permanen”. Jahat sekali,” jawab RR sapaan akrabnya.

Sebelumnya, RR meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan petani. Menurutnya, impor beras justu semakin membawa petani dalam jurang kemiskinan.

“Jangan jadi raja tega gitu loh,” kata Rizal Ramli, saat memanen padi bersama kelompok petani di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/02/2018).

“Kalau perlu banget, saya juga enggak keberatan import, tapi di atur lah timing nya. Pas paceklik baru import, atau kalau ada badai El Nino baru butuh impor, Anak SD juga ngerti, masa menteri nya harus diajarin anak SD,” sambung Rizal.

Perlu diketahui, ARAM I BPS 2018, produksi beras bulan Januari – Agustus 2018 diperkirakan 39,37 juta ton. Sementara dari hitungan Badan Ketahanan Pangan Kemengan, diperkirakan kebutuhan konsumsi beras pada periode ini sebesar 21,57 juta ton. Dengan begitu terdapat surplus 17,81 juta ton. Kelebihan produksi beras tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan beras selama 4 bulan ke depan. Bahkan kegiatan panen masih ada yakni akan berlangsung selama 4 bulan ke depan, maka ketersediaan beras akan terus bertambah.

Recent Posts

Kementan Dukung BUMN Bangun Farm GPS Broiler di Malang, Industri Perunggasan Nasional Makin Kuat

MONITOR, Malang — Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) terus…

5 jam yang lalu

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengucapkan selamat memperingati Hari Raya Kenaikan Yesus Kristus…

22 jam yang lalu

Jazuli Usulkan Sejumlah Penguatan Substansi dalam RUU Satu Data Indonesia

MONITOR, Jakarta - Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia (SDI)…

1 hari yang lalu

Presiden Prabowo Instruksikan Penurunan Suku Bunga PNM Mekaar Hingga di Bawah 9 Persen

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar suku bunga program Permodalan Nasional Madani (PNM)…

1 hari yang lalu

Cegah Keraguan Publik, Komisi X Tegaskan BPS Harus Sajikan Data Faktual

MONITOR, Surakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI MY Esti Wijayati memberikan catatan kritis…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Apresiasi KSP Guna Prima Dana, Dinilai Jadi Contoh Koperasi Penyalur KUR Nasional

MONITOR, Badung - Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza melakukan kunjungan kerja ke Koperasi Simpan…

1 hari yang lalu