Categories: PERTANIAN

Kementan Genjot Produksi Sayuran Organik

MONITOR, Jakarta – Sayuran sangat dibutuhkan masyarakat sebagai sumber gizi. Mengonsumsi sayuran yang baik akan membuat tubuh menjadi sehat dan kuat. Atas dasar itu, Kementerian Pertanian (Kementan) sesuai arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mendorong pangan organik termasuk sayur-sayuran yang potensial diserap pasar.

Sebagai contoh tidak jauh dari kota metropolitan ada Kelompok Tani Jaya tetap bertahan bertani organik. Lokasinya berada di Desa Ciaruten, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Hidayat sosok penting penggerak pertanian organik di wilayah tersebut, serta pernah menjadi petani organik terbaik versi ICDF (International Cooperation Development Fund) & ADS (Agribussiness Development Stasion).

“Memang butuh proses, waktu dan komitmen yang kuat bertani organik,” ujar Hidayat. Hidayat beberapa tahun lalu mulai tanam sayuran, seperti kangkung, bayam, selada, pakcoi, dan bunga pepaya, secara organik. Hidayat sudah memiliki lahan seluas 900 m2 yang disertifikasi organik oleh INOFICE.

Rata-rata pendapatan yang didapat dari penjualan sayuran organik berkisar Rp. 2.5 juta – 3 juta setiap minggu. Sayangnya saat ini pemasaran produksi sayuran organik yang ditetapkan oleh mitranya masih terbatas.

Jadwal pengiriman 3 kali seminggu (Selasa, Kamis, Jum’at). Petani organik di bogor berharap Pemerintah bisa membantu pemasaran produk mereka. Saat kunjungan kerja ke kelompok tani organik tersebut, tgl 29 Agustus 2018.

Direktur Perlindungan Hortikultura Kementan, Sri Wijayanti yang didampingi Kasi produksi hortikultura Diperta Kabupaten Bogor, Agus K, meminta agar membuat kesepakatan dengan hotel dan rumah sakit di Bogor untuk bermitra dengan petani organik yg sudah berkomitmen memproduksi sayuran yang sehat, aman konsumsi, sehat untuk petani dan ramah lingkungan.

“Kami juga menyampaikan bahwa Toko Tani Indonesia, binaan Kementerian Pertanian dapat menjadi alternatif pasar untuk produk organik,” katanya.

Sri juga memprovokasi agar komitmen dalam bertani organik, karena punya banyak kelebihan seperti biaya usaha tani yang lebih efisien. “Harga jual produk yang lebih tinggi yang berkolerasi dengan meningkatnya pendapatan petani, serta kesegaran produk yang lebih tahan lama sehingga rasa sayur lebih krispi dibanding produk bertani konvensional,” tambahnya.

Sementara itu, Kasi produksi hortikultura Diperta Kabupaten Bogor, Agus K mengatakan jika pemerintah daerah kabupaten Bogor mendukung penuh petani organik. Agus menyatakan kabupaten Bogor mempunyai potensi yang cukup besar untuk memproduksi sayuran organik, lahan dan air tersedia cukup.

“Potensi petaninya yang mudah menerima inovasi. Kami juga mendukung fasilitas air berupa pipa dan bak penampung air, dari anggaran DAK, untuk lokasi sayuran,” ungkapnya.

Agus menambahkan Setiap harinya tidak kurang dari 100 mobil colt yang mengangkut sayuran dari desa Ciaruten untuk dipasarkan ke Bogor dan Jakarta, sebagian produk tersebut adalah sayuran organik.

Hidayat, anggota Kelompok Tani Jaya menyatakan berkomitmen untuk mempertahankan standar mutu sayuran organik mereka seperti yang diminta mitra dagang mereka.

Sebagai informasi, kelompok ini menggunakan input pupuk kandang dari ayam dan kambing, pestisida nabati, menjaga kualitas air dengan membuat kolam penampungan untuk air dari sungai kemudian difilterasi dengan eceng gondok dan baru dialirkan ke tanaman.

Recent Posts

Di Kairo, Kemenag Perkenalkan Ekoteologi sebagai Solusi Krisis Global

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memperkenalkan konsep ekoteologi dan peran agama sebagai sumber harmoni sosial.…

15 menit yang lalu

Kembali ke Sekolah Masa Kecil, Wamenhaj Dahnil Bantu Korban Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, kembali hadir di…

3 jam yang lalu

Madrasah Diniyah Takmiliyah Terintegrasi di Sekolah

SuwendiDosen UIN Jakarta, Sekretaris PP ISNU, dan Penulis Buku “Sejarah dan Kebijakan Pendidikan Islam Indonesia”…

10 jam yang lalu

Menag Salurkan Bantuan Rp596 Juta untuk Madrasah, Guru dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyalurkan bantuan senilai Rp596 juta untuk mendukung pemulihan madrasah, guru,…

10 jam yang lalu

Prof. Rokhmin: Swasembada Pangan Harus Mencakup Protein Hewani

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa swasembada pangan…

13 jam yang lalu

Menag Ajak Tokoh Masyarakat Sikapi Dinamika Sosial Secara Arif dan Dewasa

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak tokoh masyarakat dan umat beragama untuk menyikapi…

14 jam yang lalu