EKONOMI

BNI Dukung Perusahaan Berorientasi Ekspor

MONITOR, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) melalui kantor cabang luar negeri Hong Kong memberikan dukungan pembiayaan senilai US$10 juta kepada Million Win Holding Limited Hong Kong yang merupakan grup dari PT Marchingway Abadi, perusahaan penghasil pulp and paper asal Indonesia.

Direktur Bisnis Tresuri dan Internasional BNI, Rico Rizal Budidarmo mengatakan, keberadaan kantor cabang perseroan di luar negeri merupakan salah satu keunggulan untuk mendukung nasabah memasuki pasar global.

“Penyaluran kredit ini akan turut mendorong peningkatan ekspor dari Indonesia,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (31/8).

Menurut Rico, dengan keberadaan kantor cabang di Hong Kong, Singapura, Seoul, Tokyo, London, New York, yang merupakan pusat keuangan dunia, BNI dapat menjembatani kepentingan nasabah untuk melakukan transaksi dengan mitra di luar negeri.

“Pembiayaan terhadap Million Win Holding Ltd merupakan salah satu wujud komitmen kami dalam menjembatani nasabah, sehingga mudah masuk ke pasar Hong Kong,” terangnya.

Adapun BNI Hong Kong secara khusus membantu perusahaan tersebut untuk memasok bahan baku, selanjutnya diolah di pabrik pengolahan kertasnya yang terletak di Nganjuk, Jawa Timur, dan kemudian hasil produksi selain memenuhi kebutuhan dalam negeri juga di ekspor ke luar negeri.

Sebagai upaya mengoptimalkan penetrasi usaha ke pasar global, BNI Hong Kong juga membidik perusahaan potensial Hong Kong yang merupakan importir produk-produk dari Indonesia, untuk mendukung ekspor Indonesia.

“Ini secara tidak langsung akan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui peningkatan ekspor,” paparnya.

PT Marchingway Abadi sendiri merupakan grup usaha yang memproduksi beragam produk kertas, diantaranya duplex, kraft atau medium liner, core board, inside board, kertas tisu, dan wrapping paper yang berasal dari daur ulang kertas bekas.

Selain melayani permintaan dari dalam negeri, perseroan juga mengekspor produknya ke berbagai negara di antaranya Singapura dan Hong Kong dengan total nilai ekspor mencapai US$5 juta per bulan.

Recent Posts

Dialog Publik di Palu Soroti Peluang Kader PMII Pimpin PBNU

MONITOR, Palu - Kontestasi menuju Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di berbagai…

12 menit yang lalu

Politisi PDI Perjuangan Ultimatum Menteri ESDM: Evaluasi IUP Bermasalah di Aceh Sebelum 17 Agustus

MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…

10 jam yang lalu

Evaluasi Haji Tak Boleh Berhenti di Laporan, Menhaj Dorong Perbaikan Sistem

MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…

10 jam yang lalu

Makesta Raya Perkuat Ideologi Aswaja dan Tradisi NU di Kalangan Pelajar Yayasan Al Fattah Tegalgandu

MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…

1 hari yang lalu

Legislator Sambut Baik Putusan MK soal Sisa Kuota Internet Tak Hangus, Minta Operator Segera Sesuaikan Layanan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…

2 hari yang lalu

Waka DPR Cucun Harap Semua Anak RI Bebas Stunting dan Punya Kesempatan Sekolah yang Baik di Momen HAN 2026

MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…

2 hari yang lalu