MEGAPOLITAN

Jadi Tersangka Pengrusakan, Ini Pembelaan Kadis SDA DKI

MONITOR, Jakarta – Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendrawan tak terima kalau dirinya dijadikan tersangka atas tuduhan pengerusakan lahan di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur.

Teguh menyatakan kalau lahan yang sudah disulap jadi waduk tersebut adalah milik Pemprov DKI.

“Jadi lahan mana yang saya rusak? kan aneh. Masa iya saya tiba-tiba merusak lahan orang,”terang Teguh dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, di Jakarta, Kamis (30/9).

Teguh pun berdalih, dijadikannya lahan di Rawa Rorotan, Cakung, Jakarta Timur sebagai waduk bukan kemauannya akan tetapi atas perintah pimpinannya.

“Sekali lagi saya katakan itu lahan Pemprov DKI. Tahun 2016, Pak Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sering ngomong sama anak buahnya termasuk saya. Dia bilang meskipun harga tanah Rp 300 ribu, tapi kalau itu tanah Pemprov DKI kamu harus pertahankan mati-matian,”ujar Teguh.

Dengan fakta tersebut, Teguh pun mempertanyakan status tersangka yang dialamatkan okepolisian terhadap dirinya. Apalagi sambung Teguh, yang melakukan pembangunan waduk bukan dirinya.

“Jadi yang saya bingung saya musti gimana lagi ya. Saya kan kerja menjadi tugas saya sebagai kadis kok saya sekarang jadi tersangka sementara tanah itu tanah aset. Saya tidak mempermasalhkan sengketa antar yang mana yang mana, saya menjalankan kewajiban saya, sekarang kok saya dijadikan tersangka. Saya kan bingung,”keluhnya.

Teguh pun mengaku sudah melapor kepada pimpinannya Gubernur Jakarta Anies Baswedan atas kasus yang menimpa dirinya.

“Sabtu, (25/8) pagi, saya ketemu Pak Gubernur. Saya ceritakan semuanya. Saya bilang tanah yang saya jadikan waduk adalah tanah pemprov tapi tiba-tiba ada orang yang mengklaim tanah miliknya dan melapor ke Polda Metro Jaya, yang kemudian Polada menetapkan saya sebagai tersangka,”bebernya.

Dikatakan Teguh, sebagai pimpinannya Pak Anies akan membantu proses hukum dalam menyelesaikan persoalannya.

Tak hanya itu, teguh pun mengaku tak kenal dengan sosok Felix yang melaporkan dirinya kepihak kepolisian.

“Saya memang dipanggil waktu itu dari pihak Polda 2 kali jadi saksi. Saya pikir sudah tak ada masalah. Karena dilapangan lahannya sendiri sudah jadi waduk. Eh kok tiba- tiba datang surat dari kepolisian saya jadi tersangka,”pungkasnya.

Recent Posts

Hujan Deras dan Angin Kencang Sebabkan Pohon Tumbang Hingga Fasilitas di Sejumlah Ruas Tol Jakarta–Jabar Rusak

MONITOR, Jakarta — Cuaca ekstrem berupa hujan deras disertai angin kencang yang melanda Jakarta dan…

3 jam yang lalu

Dari Sektor Ekstraktif ke Agro-Maritim: Prof Rokhmin dan Gubernur Sherly Gagas Arah Masa Depan Maluku Utara berbasis Ekonomi Biru

MONITOR, Ternate - Anggota Komisi IV DPR RI, Rokhmin Dahuri, bersama Gubernur Maluku Utara, Sherly…

6 jam yang lalu

Inovasi Lingkungan Pertamina Patra Niaga Diklaim Mampu Tekan Emisi hingga 45,6 Persen

MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) melalui unit…

8 jam yang lalu

Silatnas & Pengaosan IKTASA ke-100 Perkokoh Peran Alumni dalam Membangun Bangsa

MONITOR, Jakarta - Ikatan Alumni Assalafie–Assalafiat (IKTASA) menggelar Silaturrahim Nasional (Silatnas), Pengaosan ke-100, serta pengukuhan…

9 jam yang lalu

Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 Lampaui Target, Transaksi Tembus Rp184 Triliun

MONITOR, Jakarta — Kementerian Perdagangan mencatat capaian positif Program Belanja Nasional Triwulan I 2026 yang berhasil…

9 jam yang lalu

Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Energi Nasional, STS Kalbut Jadi Urat Nadi Distribusi LPG Indonesia

MONITOR, Surabaya — Pertamina Patra Niaga menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui penyediaan dan…

18 jam yang lalu