Categories: PERBANKAN

UOB Indonesia dan COCOWORK Bantu Perusahaan Rintisan

MONITOR, Jakarta – PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia), anak perusahaan United Overseas Bank Limited (UOB), hari ini mengumumkan kemitraan dengan COCOWORK[1], salah satu penyedia ruang kerja bersama atau co-working spaces terbesar di Indonesia, untuk meresmikan COCOWORK@UOB Plaza. Peluncuran co-working space yang berlokasi di kantor pusat UOB Indonesia, Jakarta, merupakan bagian dari penandatanganan kerjasama Memorandum of Understanding (MOU) antara UOB Group dan COCOWORK di bulan Maret 2018.

Nasabah UOB Indonesia – mulai dari perusahaan rintisan (start-up) hingga Usaha Kecil Menengah (UKM) – dapat menikmati potongan biaya sewa khusus sebesar 20 persen di COCOWORK@UOB Plaza. Melalui inisiatif ini, UOB Indonesia bertujuan membantu nasabah dalam pengelolaan biaya operasional mereka.

Sebagai bagian dari kolaborasi, UOB Indonesia juga akan menyediakan seluruh anggota co-working space COCOWORK dengan solusi keuangan yang sesuai kebutuhan mereka, seperti pinjaman, cash management, dan produk pembiayaan perdagangan untuk membantu mengelola bisnis. Perusahaan start-up maupun UKM yang menggunakan co-working space juga memperoleh akses pilihan pembiayaan alternatif melalui kemitraan UOB dengan perusahaan-perusahaan pendanaan ekuitas yang merata (crowd funding) dan perusahaan utang usaha (venture debts), seperti OurCrowd dan InnoVen Capital.

Pardi Kendy, Channels Director, UOB Indonesia, mengatakan bahwa UOB Indonesia senantiasa berkomitmen dalam mendukung perusahaan start-up dan UKM agar dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan.

“UOB Indonesia memahami ambisi perusahaan-perusahaan start-up dan UKM, dan kami sadar bahwa biaya operasional bisa menjadi suatu kendala dalam mengembangkan skala bisnis mereka di Indonesia. Kolaborasi kami dengan COCOWORK menawarkan potongan harga biaya sewa co-working space di COCOWORK@UOB Plaza. Selain itu, para bankir kami juga dapat memberikan solusi keuangan untuk mengembangkan bisnis mereka. COCOWORK juga menyediakan peluang bagi para nasabah kami untuk terhubung dengan penyewa lain, termasuk perusahaan start-up lain, perusahaan teknologi, perusahaan pemasaran digital, dan penyedia layanan profesional, seperti: pengacara, akuntan, dan spesialis properti intelektual untuk peluang kolaborasi,” kata Pardi.

Tidak seperti penyewaan ruang kerja tradisional yang biasanya membutuhkan komitmen dua hingga tiga tahun, co-working space menawarkan pengusaha sebuah fleksibilitas dalam menentukan durasi sewa berdasarkan kebutuhan mereka. Pengeluaran biaya di muka yang digunakan untuk renovasi dan perabot kantor atau untuk mengelola tugas-tugas seperti mengatur utilitas atau layanan internet juga tidak lagi diperlukan.

Kolaborasi UOB dengan COCOWORK merupakan salah satu rangkaian kerjasama MOU yang terjalin antara UOB Group dengan co-working space lainnya di wilayah Asia Tenggara seperti Common Ground (Malaysia), WORQ (Malaysia), Toong (Vietnam) dan 80RR Fintech Hub SG (Singapura).

“Dengan memanfaatkan jaringan regional UOB Group, kami akan membantu menghubungkan anggota COCOWORK yang ingin berekspansi di wilayah Asia Tenggara dengan co-working spaces lainnya di wilayah tersebut, dimana mereka dapat menikmati keuntungan dari harga penyewaan co-working space yang istimewa. Biaya set-up yang lebih rendah untuk berekspansi ke luar negeri akan memungkinkan mereka untuk mencapai kinerja bisnis yang lebih baik,” demikian kata Pardi.

Carlson Lau, CEO dan Co-Founder COCOWORK, mengatakan, “Sebagai salah satu pemimpin pasar di Indonesia dengan 3.500 anggota di 21 lokasi di Jakarta dan Medan, kami percaya bahwa coworking akan menjadi platform dimana para pelaku bisnis dapat saling berbagi dan berkolaborasi mengembangkan bisnis mereka. Kami sangat mendukung komunitas startup dan UKM dengan menciptakan budaya kolaborasi dan berbagi ilmu pengetahuan. Melalui kerjasama dengan UOB Indonesia, member kami dapat memiliki peluang untuk mengembangkan bisnis mereka di Asia Tenggara.”

Recent Posts

Mitigasi El Nino, Kementan Masifkan Pendampingan Swasembada Pangan Berkelanjutan di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memasifkan langkah strategis dan pendampingan lapangan guna memitigasi…

5 jam yang lalu

Selvi Gibran Tinjau Coaching Clinic LPDB di Pontianak, Perkuat Akses Pembiayaan Koperasi dan UMKM

MONITOR, Jakarta — Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Kementerian Koperasi menghadirkan coaching clinic koperasi dalam kegiatan “Heritage in Motion:…

9 jam yang lalu

Guru Besar IPB Ungkap Ketimpangan Industri Perunggasan, Peternak Rakyat Disebut Paling Rentan Bangkrut

MONITOR, Bogor – Guru Besar IPB University, Prof. Yuli Retnani, menyoroti ketimpangan yang dinilai semakin tajam…

10 jam yang lalu

Zayed Foundation Serahkan Bantuan Sekitar USD 190.000 untuk 162 Jemaah Haji Indonesia

MONITOR, Jakarta - Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan apresiasi atas bantuan Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed…

15 jam yang lalu

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

MONITOR, Bekasi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Multistrada Arah…

15 jam yang lalu

Harga Telur Anjlok, Kementan Minta Segera Naik ke Rp26.500 per Kg, BGN Wajibkan Dapur MBG Serap Telur Peternak

MONITOR, Jakarta — Pemerintah bergerak cepat menjaga keberlangsungan usaha peternak ayam petelur rakyat di tengah fluktuasi…

16 jam yang lalu