PARLEMEN

Politisi Gerindra Ibaratkan BUMN Era Jokowi Seperti Odong-odong

MONITOR, Jakarta – Ketua DPP Partai Gerindra Moh. Nizar Zahro menilai pengelolaan badan usaha milik negara (BUMN) era pemerintahan Presiden Jokowi tidak ubahnya seperti odong-odong. Bahkan dirinya meuding, beberapa perusahaan plat merah itu dipaksa untuk melayani kebutuhan ambisi mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Sehingga, beban yang diangkut melebihi daya mesin yang dimiliki. Terlalu berat, jadi wajar jika BUMN jalannya tertatih-tatih sebagai perusahaan,” kata Nizar melalui keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, Minggu (28/7).

Ia mencontohkan, bagaimana perusaahan listrik negara (PLN) memiliki tugas untuk menyukseskan Mega proyek 35 ribu Megawati. Meski proyek itu meleset jauh dari target yang ditentukan pada awalnya.

“Namun telah membebani PLN. Pada kuartal I 2018, PLN mengalami kerugian sebesar Rp 6,49 triliun.  Ada kenaikan beban usaha sebesar Rp 10 triliun,  menjadi Rp 70,35 triliun dari Rp 60,63 triliun,” papar anggota badan anggaran (Banggar) DPR RI itu.

Tidak hanya itu, Pertamina diperintah untuk memberlakukan 1 harga BBM di seluruh Indonesia. Padahal ada jarak ada harga. Tapi pemerintah tidak mau tahu dan tidak peduli atas kesulitan dana yang dialami oleh Pertamina. Lebih lanjut, mengenai pemesanan 90 pesawat melalui PT Garuda Indonesia.

“Adapun nilai pesanannya mencapai 20 miliar dollar AS atau sekitar Rp 266 triliun (kurs waktu itu Rp. 13.300 per dollar AS). Angka ini merupakan rekor pembelian pesawat terbesar. Nyatanya, pembelian tersebut hanya membebani keuangan Garuda,”ucapnya.

“Utang Garuda hingga September 2017 melonjak Rp11,6 triliun. Pada 2017, Garuda juga mengalami kerugian Rp. 3,07 triliun,” terang mantan anggota komisi V DPR RI itu.

Masih ingat di awal pemerintahan Jokowi, sambung dia, ada tiga bank BUMN yakni Bank Mandiri, BNI dan BRI, yang dipaksa untuk menerima hutang dari China senilai total US$3 miliar atau sekitar Rp43,5 triliun (kurs Rp14.500 per dolar AS) dari China Development Bank (CDB).

“BUMN konstruksi diperintahkan menggenjot infrastruktur, dan BUMN Perbankan diperintah untuk memberi kredit pada proyek-proyek infrastruktur. Padahal, proyek-proyek Jokowi adalah bentuk ambisi yang tidak mengukur diri. Di luar batas kemampuan BUMN, yang akhirnya BUMN lah yang harus berdarah-darah,” ketus dia.

“Lembaga pemeringkat utang global Standard & Poors mencatat utang empat perusahaan konstruksi besar milik negara melonjak 57 persen dari tahun lalu menjadi Rp 156,2 triliun. Selain itu, rasio utang 20 BUMN konstruksi naik lima kali terhadap pendapatan kotor, melonjak jauh dibanding pada 2011 yang hanya satu kali.” Tuturnya.

“Dengan kata lain, intinya, neraca keuangan BUMN sektor konstruksi memburuk setelah aktif dalam berbagai proyek infrastruktur pemerintah,” pungkas Ketua Umum Satria Gerindra ini.

Recent Posts

SETARA Institute: Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya Harus Jadi Instrumen Pencegahan, Bukan Alat Represi Negara

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, menegaskan pembentukan Tim Preventive Strike oleh…

2 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Lindungi Peternak Rakyat, Tunda Kenaikan Harga Pakan dan Dorong Harga Telur Menuju HAP

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat melindungi peternak ayam petelur di tengah harga…

2 jam yang lalu

Gerlar Aksi, PERINDRA Tuntut Kejagung Tegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih

MONITOR, Jakarta – Aktivis pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Indonesia Raya (PERINDRA) melakukan aksi unjuk…

11 jam yang lalu

Perkuat Pelayanan Jalan Tol, JTT Optimalkan Penyelesaian Pelebaran Ruas Surabaya–Gempol

MONITOR, Surabaya – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan…

15 jam yang lalu

Kebijakan Strategis Pemerintah Topang Kenaikan PMI Manufaktur Nasional

MONITOR, Jakarta - Sektor industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan geliat positif dan memasuki zona ekspansi…

15 jam yang lalu

Korlantas Polri dan Jasa Marga Perkuat Kolaborasi, Bahas Digitalisasi, Nataru hingga Penertiban ODOL

MONITOR, Jakarta - Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol Wibowo bersama Pejabat Utama…

18 jam yang lalu