PARLEMEN

Disambangi Fahri Hamzah, Nazarudin Ngurung Diri di Kamar

MONITOR, Bandung – Pasca menggelar audiensi dengan pihak lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin dan sejumlah narapidana tindak pidana korupsi (Tipikor), Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah berserta rombongan anggota Komisi III DPR RI meninjau kamar tahanan mantan Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat, Muhammad Nazarudin.

Kedatangan Anggota DPR itu untuk melihat lebih dekat permasalahan yang terjadi di Lapas kelas I pasca dicokoknya Kalapas Sukamiskin oleh KPK terkait kasus dugaan jual beli perizinanan, serta mengenai dugaan adanya fasilitas mewah yang diberikan kepada para narapidana.

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah saat berada di depan pintu kamar M. Nazaruddin di Lapas Sukamiskin (Foto: Monitor)

Fahri Hamzah mengatakan, inisiatif untuk melongok dan bertemu dengan Nazarudin lantaran napi korupsi itu tidak hadir dalam audiensi yang digelar di aula bersama pihak Kalapas bersama Kepala Kanwil Kemenkumham Jawa Barat Ibnu Chuldun. Padahal, Nazarudin salah satu napi yang diminta untuk hadir dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 3 jam itu.

“Kita mau lihat kamar anak emasnya KPK nih, kita mau bertemu dengan Nazarudin,” kata Fahri Hamzah di Lapas Sukamiskin, Bandung, Sabtu (29/7).

Masuk melalui blok pintu utara Lapas, Fahri bersama rombongan langsung bergegas menuju lokasi kamar narapidana. Namun, sayang penghuni kamar tidak ada di dalam. Itu terlihat dari terkuncinya kamar dari luar. Bahkan, Fahri sempat melongok dari celah pintu yang memang tersedia, namun sia-sia karena lubang itu di lakban, sehingga tidak dapat diintip dari luar.

“Ada orangnya, kok dikunci?,” tanya Fahri kepada petugas Lapas yang mengatakan jika Naszarudin sedang keluar.

“Siapa yang pegang kuncinya? Nazar ya?, terus mana kamar yang di police line (KPK line) yang mana? kamar siapa saja?,” sambung Fahri yang mengenakan kemeja merah kotak-kotak saat itu.

Fahri dan rombongan komisi III itu juga sempat melihat kamar tahanan milik mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto yang berada persisi berhadapan di depan kamar Nazarudin. “Ada orang (Setnov) nya tidak?,” ucap dia, yang dijawab jika Setnov tidak berada di dalam “dikunci pak,”.

Berdasarkan pandangan Monitor di lokasi, tidak berselang lama Setya Novanto terlihat datang untuk kembali kekamar tahanannya. Ahlasil, membuat rombongan langsung meminta izin kepada mantan ketua DPR RI itu untuk melihat isi kamar. “Kita boleh liat kamar Pak Nov?,” ujar Fahri.”Iya silahkan saja,” sahut Novanto.

Setelah melihat kamar Novanto, Fahri juga menerima tawaran dari mantan Menteri ESDM Jero Wacik yang meminta agar kamar tahannya di ujung koridor untuk ikut dilihat teman-teman media yang ketika itu datang bersama rombongan dewan.

Usai melihat dua kamar tahanan kedua mantan pejabat negera itu, Fahri juga tidak dapat bertemu dengan Nazarudin maupun kunci kamar  yang tengah dicarikan tidak kunjung datang.

“Yuk sudah, mungkin dia (Nazarudin) takut bertemu dengan saya,” tutup politikus PKS itu.

Untuk diketahui, dalam anggota komisi III DPR RI yang hadir dalam kunjungan ke Lapas Sukamiskin tersebut, yakni dua politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu dan Arteri Dahlan, kemudian Agun Gunanjar dari fraksi Golkar, dan Muhammad Toha dari fraksi PKB.

Recent Posts

Belajar dari Australia Barat, Prof Rokhmin Dorong Akuakultur Indonesia Naik Kelas

MONITOR - Kekayaan sumber daya laut yang melimpah belum otomatis menjadikan Indonesia sebagai negara dengan…

3 jam yang lalu

Menaker: Polteknaker Harus Jadi Contoh Siapkan Talenta Inovatif

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) menjadi contoh pendidikan vokasi…

3 jam yang lalu

Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional…

19 jam yang lalu

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

2 hari yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

3 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

3 hari yang lalu