BOLA NASIONAL

Singo Edan Runtuhkan Laskar Wong Kito di Stadion Gelora Sriwijaya

MONITOR, Palembang – Suasana tidak kondusif di skuad Sriwijaya FC benar-benar dimanfaatkan Arema FC kala bertandang di Stadion Gelora Sriwijaya, Palembang, Sabtu (21/7) petang. Skuad Singo Edan-julukan Arema-menghajar pasukan Rahmad Darmawan dengan tiga gol tanpa balas dalam laga lanjutan Liga 1 2018.

Kemenangan Arema FC itu diluar prediksi. Ya, sebelumnya sejumlah pengamat memprediksi Arema akan kesulitan menghadapi Laskar Wong Kito di Palembang. Kendati suasana di internal Laskar Wong Kito sejauh ini belum sepenuhnya kondusif.

Memang sejak awal laga, Arema mendapat tekanan. Sriwijaya FC terlihat menguasai ball posession (55-45). Hanya, untuk peluang, Arema bisa lebih baik dengan tiga peluang on goal sementara Sriwijaya hanya satu peluang. Tapi, upaya kedua tim tak ada yang menghasilkan gol hingga peluit tanda turun minum dibunyikan.

Masuknya Ridwan Tawainella di babak kedua, membuat Arema bermain lebih berani. Serangan Singo Edan benar-benar mengancam benteng pertahanan Laskar Wong Kito.

Pertandingan memasuki menit ke-51, Arema akhirnya dapat membobol gawang Sriwijaya FC. Berawal dari blunder Teja Paku Alam yang buruk dalam menangkap bola Nur Hardianto, mampu dicuri oleh Ridwan Tawainell yang langsung mengeksekusi ke gawang kosong.

Gol itu memang membuat Sriwijaya FC semakin ngotot untuk menyerang. Mereka mencoba untuk menyamakan kedudukan. Namun, upaya Laskar Wong Kito tak berbuah hasil. Tuan rumah justru kembali kebobolan setelah Rivaldi Bawuo berhasil melakukan kerja sama satu-dua dan mengakhiri peluang dnegan sepakan placing-nya yang menjadikan skor berubah 0-2 pada menit ke-65.

Pesta gol tim tamu akhirnya disudahi oleh Ahmad Nur Hardianto yang membobol gawang Sriwijaya FC pada menit ke-77. Memanfaatkan bola muntah hasil blok tak sempurna Teja terhadap tendangan Alfin Tuassalamony, Hardianto melepaskan sepakan mulus meluncur ke gawang. Sepakan tersebut tak keras, tapi membuat skor berubah 0-3.

Recent Posts

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

4 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

7 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

8 jam yang lalu

Peternak NTB Tak Sendiri, Kementan Bersama Pemda Perkuat Perlindungan Ternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama pemerintah daerah memperkuat pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku…

9 jam yang lalu

KUMITRA Buka Akses Usaha Mikro Aceh ke Rantai Pasok Ritel

NONITOR, Aceh – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperluas akses pasar bagi usaha…

10 jam yang lalu

Kamenaker: Kompetensi dan Bahasa Jadi Bekal Kerja ke Jepang

MONITOR, Banyuwangi — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa…

12 jam yang lalu