KRIMINAL

IPW Kecam Tindakan Biadab Oknum Polisi Penendang Perempuan

MONITOR, Jakarta – Baru-baru ini jagat media sosial dihebohkan dengan video seorang polisi menganiaya seorang perempuan di sebuah minimarket. Belakangan diketahui oknum pelaku adalah bernama Ajun Komisaris Besar Polisi M Yusuf.

Peristiwa itu, diketahui terjadi disebuah minimarket milik pelaku yang berada di Jalan Graha Loka Selindung, Pangkalpinang, Bangka Belitung, pada Rabu (11/7). Sontak video yang beredar di jejaring sosial itu menuai kecaman dari berbagai macam pihak, tak terkecuali dari Indonesia Police Watch (IPW).

Ketua Presidium IPW, Neta S Pane mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan polisi itu adalah tindakan biadab yang tidak berprikemanusiaan yang bertolak belakang dengan misi polri sebagi pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat.

“Orang biadab seperti ini tidak pantas menjadi polisi. Untuk itu selain dicopot dari jabatannya, polisi biadab seperti itu hrs dipecat dari anggota polri dan kemudian diproses hukum hingga ke pengadilan,” ujar Neta kepada MONITOR, di Jakarta, Jumat (13/7).

Menurutnya, setiap orang yang melakukan penganiayaan harus ditahan karena ancaman hukumannya di atas 5 tahun penjara dan kemudian diproses di pengadilan.

Apalagi pelakunya adalah anggota polisi yang seharusnya mengayomi masyarakat, hukumannya harus lebih berat. Jangan hanya karena persoalan sepele anggota polri bisa bertindak biadab dan bersikap arogan.

“Cara-cara seperti ini tidak boleh ditolerir dan jika dibiarkan oknum tersebut akan menjadi monster bagi masyarakat,” tegasnya.

Dikatakan Pane, pendidikan mereka sebenarnya sudah cukup baik. Tetapi mentalitasnya masih cukup parah, masih sangat arogan sehingga mereka lupa sebagai pengayom masyarakat dan lupa sebagai aparatur penegak hukum. Akibatnya cenderung main hakim sendiri.

“Semua ini terjadi akibat lemahnya sistem kontrol di polri dan atasan kerap tidak peduli dengan bawahan sehingga bawahan cenderung seenaknya sendiri,” tutup Pane.

Recent Posts

Nasaruddin Umar Fokus Membantu Presiden sebagai Menteri Agama

MONITOR, Jombang — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk tetap fokus menjalankan tugas membantu…

1 hari yang lalu

Pasangin Resmi Meluncur, Bangun dan Renovasi Rumah Kini Lebih Praktis dalam Satu Platform

MONITOR, Jakarta — Membangun rumah impian kerap menjadi proses yang kompleks. Mulai dari menentukan desain,…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Kawal Pemulihan Ekonomi Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulihan…

2 hari yang lalu

Rektor UIN Jakarta: Pengamanan Aset TKIP-SDIP Pamulang Adalah Mandat Negara, KBM Dijamin Aman

MONITOR, Tangerang Selatan – UIN Syarif Hidayatullah Jakarta bersama tim kuasa hukum menggelar konferensi pers…

2 hari yang lalu

Jelang Muktamar NU ke-35, JATMAN Gelar Istighatsah dan Manaqib Kubro di Tambakberas

MONITOR, Jombang – Ribuan jamaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas,…

2 hari yang lalu

Kemnaker Usulkan Penguatan Pedoman Kesempatan Kerja Inklusif ASEAN

MONITOR, Bangkok — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengusulkan penguatan pedoman kesempatan kerja inklusif di kawasan ASEAN…

3 hari yang lalu