EKONOMI

Tusina Baraseger Dinilai Efektif Digunakan Sebagai Pembangkit

MONITOR, Jakarta – Inovasi kreatif tepat guna Tusina Baraseger (Tungku Siklon Sederhana Batubara dan Sumber Energi Terbarukan) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selain efektif digunakan di Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai tungku pembakar, kini mulai dilirik industri pembangkit sebagai pembangkit listrik.

Menurut sang peneliti Tusina Baraseger dari TekMIRA, Muhammad Ade Adriansyah Efendi, Teknologi tusina menggunakan pembakaran sempurna sehingga menghasilkan energi yang tinggi.

“Dengan jumlah bahan bakar yang sama dengan yang tungku konvensional, Tusina menghasilkan proses pembakaran yang lebih efektif dan ruang yang lebih kecil,” ujar Ade, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, Senin (9/7).

Ade mengungkapkan bahwa tekMIRA telah melakukan pengembangan tungku siklon ini sejak lama. Diawali penelitian skala menengah oleh Bapak Sumaryono, lalu dikembangkan lagi oleh Bapak Ikin Sodikin menggabungkan pembakaran antara batubara dengan biomasa.

“Tungku siklon terus dikembangkan oleh tekMIRA hingga sampai ke kami dengan penyempurnaan-penyempurnaan yang kami lakukan. Sekarang penelitiannya adalah bagaimana tungku siklon ini menjadi tungku untuk pembangkit listrik skala kecil dibawah 10 MW,” ungkap Ade.

Untuk mengembangkan tungku tusina menjadi pembangkit, tekMIRA telah melakukan kerjasama dengan perusahaan produsen boiler yakni, PT Aalborg Industri Indonesia yang sejak awal Juli 2017 dan saat ini prototypenya sudah ada di PT Aalborg Industri Indonesia.

“Kami rancang ulang pembakaran boiler ini dengan system siklon dan sudah berhasil menjadi tungku untuk pembangkit listrik, hasil pengembangan tungku ini sudah kami daftarkan patennya,” jelas Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, jika pembangkit listrik biasa, lokasi pembakarannya ada di dalam boiler, sedangkan pengembangan yang kita lakukan, pembakarannya terpisah, ada di tungku siklon, dan yang masuk kedalam boiler itu hanya berupa flue gas (gas panas) saja. Biasanya kalau pakai tungku konvensional, panas terserap didalam tungku atau ke boiler itu sekitar 30-40% dan jika menggunakan tungku kami maka efisiensi yang dihasilkan hingga mencapai 90%.

“Tungku siklon sangat efektif sekali,” ujarnya.

Kolaborasi antara tekMIRA dengan PT Aalborg Industri Indonesia saat ini sudah menghasilkan pesanan 6 buah tungku siklon untuk pembangkit listrik berbasis biomasa dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

10 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

11 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

20 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

22 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

23 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

1 hari yang lalu