Menteri Pertanian Andi Amran saat meninjau lokasi banjir di kabupaten Wajo Sulawesi Selatan (dok: istimewa)
MONITOR, Wajo, Sulawesi Selatan – Ribuan hektare lahan sawah mengalami gagal panen atau puso akibat terendam banjir dari luapan danau Tempe di Kelurahan Macero, Kecamatan Belawa, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Banjir diduga karena danau tempe tak mampu menampung debit air hujan yang turun dalam seminggu terakhir.
Banjir yang terjadi di Kelurahan Macero, Wajo tersebut ternyata merupakan banjir tahunan yang kerap terjadi, hanya saja untuk tahun ini kondisinya sangat parah. Ya, ada 7.591 ha sawah yang terendam dengan potensi kerugian senilai Rp. 190 miliar lebih.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiaman yang meninjau langsung ke lokasi banjir sekaligus memberikan sejumlah bantuan untuk petani korban banjir, Senin (9/7), mengatakan akan menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Jokowi dan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam rangka mencari solusi permanen penanganan banjir tersebut.
“Ini perintah langsung dari bapak presiden, presiden meminta langsung. Bantuan agar segera diterima disini. Kalo hanya eskavator kami punya di kementrian, tetapi kita lihat dulu seperti apa solusi kedepan. Nanti kita juga kerjasama dengan menteri PUPR,” katanya.
Amran menegaskan dirinya tidak mau menunggu terlalu lama terkait penaggulangan dan penanganan dampak banjir tersebut termasuk kendala anggaran.
“Namanya bencana ini tidak bisa tunggu dulu, bantuan menunggu tender dan lain-lain. Kita pakai sistem e-katalog. Ini saja saya belum sampai disini bantuan sudah tiba,” tandasnya.
Setelah meninjau langsung, Amran mengaku akan segera melaporkan kondisi banjir yang merendam ribuan hektare sawah tersebut kepada presiden Jokowi.
“Nanti kami buat laporan dan disampaikan langsung kepada Presiden (Jokowi-red), termasuk nanti kami koordinasi dengan Menteri PUPR untuk bagaimana ini solusi kedepannya,” tegasnya.
Selain meninjau dan memastikan penyaluran distribusi bantuan, dalam kesempatan tersebut Mentan juga memastikan pembayaran asuransi pertanian dapat diterima oleh para petani korban banjir secepatnya.
“Untuk asuransinya satu minggu harus bisa, kalau tidak bisa aku pastikan cabut. Kita ini gak ada basa basi, presiden kita begitu. Untuk rakyat, orang mskin tak ada kompromi. Seluruhnya yang 10.000 yang ada asuransinya jangan semua minta, yang ada preminya yang ada asuransinya 10.000,” tegasnya.
“Perintah bapak presiden kami beri benih gratis, pupuknya gratis, alsintannya kan ada gratis. Kalau kurang alsisntannya nanti pak dandim, pak kasdam nanti dibentuk barigade jangan dibuat mahal biayanya. ini orang kena musibah. Dari sekarang akan segera menerima uang pertanggungan, Rp. 13.000.000/hektar,” tambahnya.
Sebagai informasi, Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman Senin pagi (09/07/2018). Meninjau langsung lokasi banjir Danau Tempe di Desa Macero, Kec. Belawa, Kab. Wajo, Sulawesi Selatan. Petani setempat mengaku ini banjir terburuk dalam 10 tahun terakhir ditengah upaya pemerintah terus melakukan normalisasi danau sejak tahun 2015.
Banjir luapan Danau Tempe tahun ini berdampak terhadap 4 Kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu Bone, Soppeng, Wajo dan Sidrap. Ada sekitar 10.000 ha sawah petani mengalami gagal panen atau puso di empat Kabupaten tersebut dengan kerugian hampir 200 Milyar.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…
MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…
MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…
MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…