NASIONAL

AHY Masih Yakin Poros Ketiga Muncul di Pilpres 2019

MONITOR, Jakarta – Sosok Agus Harimurti Yudhoyono belakangan cukup santer disandingkan bersama sejumlah elit politik di Pilpres 2019, diantaranya Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto, hingga Wakil Presiden Jusuf Kalla. Menanggapi isu tersebut, putra sulung SBY ini mengatakan wacana koalisi hingga saat ini masih cair.

AHY yang merupakan Ketua Kogasma Partai Demokrat ini menjelaskan, topik utama yang dibahas internal partainya masih mengenai aturan Presidential Treshold (PT) minimal 20 persen. Dimana, aturan ini menjadi hambatan bagi parpol lain untuk mengusung calon atau kadernya untuk maju kecuali melalui jalur koalisi.

“Cair, politik Indonesia sangat cair hari ini apalagi kalau kita tahu dengan adanya presiden treshold 20 persen itu sulit bagi siapapun untuk mengatakan hari ini koalisinya siapa saja. Apakah kemudian nanti seperti diprediksi awal kembali rematch tahun 2014 melawan pak Prabowo,” kata Agus di Jakarta, Senin (9/7).

Meskipun demikian, AHY masih berkeyakinan akan muncul poros ketiga sebagai calon alternatif pilihan rakyat. Namun hal demikian menurutnya masih jadi pertimbangan para elit parpol sebab pendaftaran masih menyisakan berapa pekan lagi, sehingga kemungkinan akan kemana koalisi masih terbuka peluangnya.

“Siapapun wakil yang akan beliau pilih. atau lahir poros baru. Poros ketiga, yang kemudian mengusung kandidat alternatif capres dan juga cawapres. Kita lihat mepet 4-10 Agustus tidak ada lagi kurang dari 10 bulan tapi itulah keadaan hari ini bahwa setiap tokoh elit politik dan juga para pemegang tiket dan para parpol politik juga masih menyimpan kartunya rapat-rapat. Kita belum terbuka juga tabir kabutnya. Misalnya Pak Jokowi cawapresnya siapa. Pak Prabowo siapa,” imbuhnya.

“Apakah cawapresnya nanti kelak beliau-beliau yang tentukan diterima oleh baik grup parpol pengusung beliau. Atau apakah kurang menerimanya dengan baik. Nah ini yang menarik kita ikuti,” tambahnya.

Recent Posts

Dari Akuakultur hingga Bioteknologi, Prof Rokhmin tegaskan Laut Bisa jadi Mesin Indonesia Emas 2045

MONITOR, Surabaya - Indonesia tidak kekurangan sumber daya untuk menjadi negara maju. Persoalannya justru terletak…

5 jam yang lalu

IPW Desak Polri Usut Aktor Intelektual Provokator di Balik Kerusuhan Demo DPR

MONITOR, Jakarta – Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso, mendesak aparat kepolisian untuk…

9 jam yang lalu

Kemenag Buka Pengajuan Bantuan Pendidikan Pesantren, Batas Akhir 4 September 2026

MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Kemenag telah membuka pengajuan bantuan Pendidikan Pesantren dan Pendidikan Keagamaan…

12 jam yang lalu

Alih Generasi dan Tantangan Sensus Pertanian, HKTI Lumajang Dorong Transformasi Smart Farming

MONITOR, Lumajang - Penurunan jumlah usaha pertanian di Kabupaten Lumajang dalam beberapa tahun terakhir menjadi…

14 jam yang lalu

Dokter Lulusan UIN Wajib Jadikan Profesi sebagai Jalan Pengabdian

MONITOR, Ciputat — Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan bahwa profesi…

15 jam yang lalu

Kemnaker Mulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4, Diikuti 12.128 Peserta

MONITOR, Banten – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memulai Pelatihan Vokasi Nasional Batch 4 Tahun…

1 hari yang lalu