GAYA HIDUP

Bahaya Minum Susu Kental Manis Terlalu Sering, Ini Penjelasannya!

MONITOR – Dunia maya akhir-akhir ini dihebohkan oleh surat edaran yang diterbitkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terkait pencabutan kategori susu pada produk susu kental manis yang selama ini banyak dikonsumsi masyarakat.

Dikutip dari lama Go-dok.com, bahwa salah satu bahaya susu kental manis yang selama ini belum diketahui masyarakat adalah kandungan gulanya yang terlalu tinggi jika dibandingkan kandungan susunya itu sendiri.

Memang, selama ini setiap orang menyadari pentingnya meminum susu setiap hari demi kesehatan tubuh. Tingginya kalsium dan fosfor pada segelas susu terbukti baik untuk kekuatan tulang dan gigi, terutama bagi anak-anak yang berada pada usia pertumbuhan.

Karena kebiasaan meminum susu setiap hari itulah, banyak orang yang menganggap semua produk susu kemasan baik untuk kesehatan jika dikonsumsi setiap hari.

Lalu, apa saja bahaya susu kental manis jika dibandingkan dengan produk susu kemasan lainnya di pasaran?

Jika berbicara produk susu kental, sudah banyak dikenal dengan dua produk utama, yaitu evaporated milk dan condensed milk. Walaupun bentuknya serupa, rupanya cara pengolahannya pun berbeda, yang berdampak pada perbedaan efeknya pada kesehatan manusia.

Perbedaan condensed milk dan evaporated milk
Ketika susu sapi segar diolah menjadi produk susu yang kental, susu dipanaskan hingga kandungan airnya berkurang 60%.

Nah, yang membedakan condensed milk dan evaporated milk adalah kandungan gula yang diberikan. Sebelum susu dimasukkan ke dalam kemasan, condensed milk diberi tambahan gula hingga 45%. Itulah mengapa rasanya menjadi lebih manis dengan warna yang agak kecokelatan akibat efek karamelisasi.

Berbeda dengan condensed milk, sebelum mengemas evaporated milk susu didinginkan dan diperkaya vitamin, lalu akhirnya disterilisasi. Dalam sebuah produk evaporated milk, setidaknya mengandung 7,9% lemak susu dan 25% padatan susu.

Jenis evaporated milk dianggap mengandung lebih banyak kalori dan nutrisi dibanding jenis susu olahan lainnya. Jenis evaporated milk banyak diolah kembali menjadi produk susu skim dan susu rendah lemak dengan tambahan vitamin A, C, dan D.

Itulah mengapa, salah satu pertimbangan utama BPOM mencabut kategori susu pada produk susu kental manis adalah kandungan gulanya yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk susu kemasan lainnya seperti susu UHT, susu pasteurisasi, susu formula, maupun susu skim.

Seperti yang sudah diketahui bersama, jika mengkonsumsi makanan dan minuman dengan kadar gula yang terlalu tinggi, dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan jika dikonsumsi setiap hari. Di antaranya hiperglikemia atau tingginya kadar glukosa dalam darah, diabetes, dan obesitas. Faktor tersebutlah yang menjadikan bahaya susu kental manis jika dikonsumsi setiap hari.

Selain itu, produk susu yang disimpan di dalam kemasan kaleng pun menyimpan risiko kesehatan lainnya. Salah satunya mudah terpapar bakteri Clostridium botulinum yang banyak berkembang di dalam produk logam yang berkarat.

Efek susu kental manis bagi anak
Satu hal yang harus diperhatikan adalah untuk tidak memberikan produk susu kental manis kepada anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun. Pasalnya, sebagian produk susu kental manis mengandung pemanis dan pengental buatan yang dapat berdampak buruk pada fungsi pencernaan anak-anak yang masih dalam proses perkembangan.

Setelah melihat fakta di atas, produk susu kental manis pun hanya disarankan untuk menambah rasa bagi camilan ringan seperti martabak, es campur, dan pelengkap roti tawar saat sarapan.

Berbeda dengan produk susu cair kemasan lainnya, seperti susu pasteurisasi dan susu UHT (Ultra High Temperature) yang dianjurkan untuk dikonsumsi sehari-hari.

Nah, itulah bahaya susu kental manis bagi gangguan kesehatan jika dibandingkan produk susu kemasan lainnya yang banyak dijual di pasaran.

Lalu, apakah artinya tidak boleh mengonsumsi susu kental manis? Tentu saja tetap boleh mengkonsumsinya, asalkan dengan kadar yang tepat dan tidak dikonsumsi setiap hari. Semoga bermanfaat!

Recent Posts

Tercatat 24 Ribu Jemaah Umrah Indonesia Berhasil Pulang ke Tanah Air

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia melalui Staf Teknis Urusan Haji terus…

2 jam yang lalu

DPR Desak ASDP Perketat Keamanan Kapal Merak-Bakauheni Jelang Mudik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi V DPR RI Novita Wijayanti mendorong PT ASDP Indonesia Ferry…

8 jam yang lalu

Konflik Timur Tengah Memanas, Komnas Haji: Keputusan Arab Saudi Jadi Penentu Keberangkatan Haji 2026

MONITOR, Ciputat – Menjelang pemberangkatan kelompok terbang (kloter) perdana ibadah haji 2026 M/1447 H yang…

13 jam yang lalu

Indonesia Jadi Tuan Rumah Pertemuan Uskup Asia Juli 2026

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar menerima audiensi Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Antonius…

13 jam yang lalu

Tegaskan Kepengurusan Sah di Bawah Gugum Ridho Putra, DPP PBB: Tolak Penunjukan Pj Ketum

MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bulan Bintang (PBB), Gugum Ridho…

13 jam yang lalu

Ketua Banggar DPR: Subsidi Salah Sasaran Capai 80 Persen, Bebani APBN

MONITOR, Jakarta - Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menyoroti masih tingginya ketidaktepatan…

14 jam yang lalu