BUMN

Sucofindo Fasilitasi Pelanggan Pahami Standar Internasional Baru Tentang K3

MONITOR, Jakarta – Isu keselamatan kerja menjadi penting bagi perusahaan atau organisasi, sehingga mereka perlu menerapkan standar khusus terkait Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3). Standar Internasional terbaru terkait hal tersebut adalah ISO 45001: 2018 yang menggantikan OHSAS 18001:2007. Agar ISO 45001:2018 dapat terimplementasikan secara tepat, sebagai perusahaan di bidang sertifikasi, inspeksi, pengujian, dan konsultasi, PT SUCOFINDO (Persero) memfasilitasi untuk sosialisasi hal tersebut.

Kegiatan ini mampu memberikan kesempatan kepada perusahaan untuk mendapatkan informasi secara mendalam mengenai ISO 45001:2018 dan nantinya akan terimplementasi dengan baik, kata Direktur Komersial II PT SUCOFINDO (Persero) M. Haris Witjaksono saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut di Jakarta (4/7).

Haris menjelaskan bagi perusahaan yang telah menerapkan ISO 45001:2018 ini berpeluang menurunkan tingkat resiko kecelakaan dan mencegah penyakit akibat kerja. Selain itu juga sistem manajemen ini memandu untuk meningkatkan produktivitas karyawan, sehingga sistem atau proses operasional perusahaan lebih efisien dan efektif, ujar Haris.

Perbedaan ISO 45001:2018 dengan OHSAS 18001: 2007 adalah penekanan pada peran top management untuk aktif terlibat dan mengambil tanggung jawab dan pemastian atas efektifitas Penerapan Sistem Manajemen K3.

Untuk mematuhi persyaratan Standar Internasional ini, organisasi perlu merencanakan dan melaksanakan tindakan-tindakan untuk  menangani risiko dan peluang. Penanganan risiko maupun peluang menyediakan landasan untuk meningkatkan efektivitas sistem manajemen K3, dalam rangka pencegahan atau penurunan tingkat kecelakan dan penyakit akibat kerja, serta mencegah efek negatif yang ditimbulkan.

Perbedaan lanjutan pada standar baru ini akan mendorong diberikan ruang partisipasi dan konsultansi bagi pekerja di dalam pengambilan keputusan yang memiliki dampak aspek keselamatan dan kesehatan kerja. Dalam standar yang lama (OHSAS 18001:2007) identifikasi risiko belum mencakup aspek sosial, untuk standar yang terbaru dapat melihat potensi sosial yang berdampak pada K3, papar Kepala SBU Sertifikasi dan Eco Framework, Triyan Aidilfitri. Dengan penerapan ISO 45001: 2018 organisasi diharapkan dapat mengindetifikasi peluang-peluang baru untuk meningkatkan kinerja K3 secara berkelanjutan.

PT SUCOFINDO (Persero) sampai saat ini telah menerbitkan lebih dari 1300 sertifikat ISO 9001, 109 Sertifikat SPPT SNI, 45 sertifikat HACCP + GMP+Organik, 200 Sertifikat SMP+ISO 28001, 200 sertifikat ISO 14001, 800 Sertifikat SMK3, dan 350 Sertifikat OHSAS 18001;2007 serta sertifikat lingkup sertifikasi lainnya seperti pariwista dan SNI yang bersifat sukarela untuk berbagai industri, manufaktur, pelayanan, dan lain-lain.

Selain itu, auditor dari PT SUCOFINDO(Persero) telah tersertifikasi IRCA Registered dan PT  SUCOFINDO (Persero) dapat memberikan pelatihan dalam pemenuhan kompetensi LAC (Lead Auditor Course) untuk IRCA Registered. Dalam hal ini PT SUCOFINDO (Persero)  bekerja sama dengan IQCS Singapura sebagai penyelenggara dan pengajar lead auditor IRCA registered iso 9001, iso 14001 dan iso 45001.

Recent Posts

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

8 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

8 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

8 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

9 jam yang lalu

Harlah ke-25 PonPes Al-Qur’aniyyah, Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Umat

MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…

11 jam yang lalu

Bibit Kelapa Unggul Natuna Kian Diminati, Karantina Kepri Kawal Pengiriman 80.000 Butir ke Bintan

MONITOR, Natuna - Potensi kelapa unggul asal Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, terus menarik minat pelaku…

11 jam yang lalu