Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Sudirman Said (dok: Tribun)
MONITOR, Jakarta – Calon Gubernur petahana Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa pertarungan pemilihan Gubernur Jawa Tengah melawan Sudirman Said bukanlah sesuatu hal yang mudah. Sebab, diakuinya bahwa ketika menjelang pemungutan suara pilkada serentak dirinya kerap diserang oleh isu yang tidak sedap, sehingga membuat perolehan suara terhadap dirinya tergerus.
Lebih dari itu, ia juga mengatakan kalau saja jawa tengah bukan kandang banteng kemungkinan bisa saja PDIP kalah suara dalam Pilgub Jateng.
“Kalau bukan kandang banteng mungkin pasti kalah. Jadi menang satu sama menang terpaut tiga juta adalah menang. Persoalannya kenapa suaranya seperti itu ada dinamika yang berkembang pada saat terjadinya pemilu,” kata Ganjar di Kanror DPP PDIP, Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/6).
Tak hanya itu, sebagai calon petahana Ganjar mengakui kalau strategi pemenangan lawan cukup bagus menjelang detik terakhir pemungutan suara. Terlebih pada perolehan suara antara pilihan ekskutif dan legislatif berbeda.
“Itu dua hal yang berbeda silahkan dicek. Kami menang dimana-mana DPRD nya tapi tidak menang di pilkadanya,” sebut Ganjar.
Ia pun mencontohkan bahwa hingga saat ini perolehan suara terhadap dirinya di sejumlah daerah jawa tengah masih jelas terlihat berbeda.
“Contoh saya di Kudus hari ini suara saya tertinggi 73 persen. Tapi calon kami di kabupaten kalah. Di Temanggung kami 60 persen. Tapi calon kami kalah. Dari hasil survei sebelumnya sudah kelihatan kan bagaimana swing voters para pendukung partai-partai,” imbuhnya.
Selain itu, Ganjar pun menduga kalau hal tersebut tidak lepas atas dinamika yang berkembang di masarakat soal kabar tak sedap yang menyangkut dirinya dibeberapa media.
“Saya kira memang dinamikanya biasa. Apakah nanti kandang banteng atau tidak, membuktikannya pada saat pileg. Karenanya itu betul-betul yang merepresentasikan kandang banteng. Dinamika biasa saja,” tutup Ganjar.
Seperti diketahui, Ganjar sering disebut-sebut terlibat dalam kasus dugaan korupsi e KTP. Isu itu terus dihembuskan hingga mendeligitimasi suaranya. Terlebih yang teranyar, siang tadi Ganjar dipanggil KPK dalam kasus proyek e KTP yang menyeret namanya.
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Syawal 1447 Hijriah pada…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI Rajiv meminta pemerintah memperbanyak program pasar murah…
MONITOR, Jakarta - Gerakan Kebangkitan Baru Nahdlatul Ulama (GKB-NU) menyatakan dukungan terhadap langkah Presiden Prabowo…
MONITOR, Jakarta - Sebanyak 23 masjid, 5 madrasah, dan 1 vihara di Kabupaten Indramayu, Jawa…
MONITOR, Jakarta — SETARA Institute mengecam keras serangan penyiraman air keras yang menimpa Andrir Yunus, Wakil…
MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluluskan 1.565 peserta evaluasi teori calon Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja…