INTERNASIONAL

Pemerintah Palestina Kecam Yahya Cholil Staquf

MONITOR – Kehadiran Katib Aam PBNU dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), KH. Yahya Cholil Staquf ke Israel dalam rangka mengisi sebuah diskusi yang dimoderatori Direktur American Jewish Committee (AJC) David Rosen di Yerusalem terus menuai kecaman. Kali ini kecaman langsung dilontarkan oleh Pemerintah Palestina melalui Kementerian Luar Negerinya.

“Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengecam partisipasi Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dalam Forum AJC Global Forum di Yerusalem pada tanggal 10-13 Juni 2018,” tulis Kemlu Palestina melalui website resminya.

Berikut pernyataan Pemerintah Palestina dikutip dari www.mofa.pna.ps :

Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina mengecam partisipasi Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf dalam Forum AJC Global Forum di Yerusalem pada tanggal 10-13 Juni 2018. Terutama dalam kunjungan kehormatannya ke Yerusalem. yang itu diadakan di Benteng Yerusalem. Sebuah kota tua Yerusalem yang peringatan terhadap pendudukannay jatuh pada tengah malam 14 Juni 2018. Tentu itu merupakan pelanggaran hakiki terhadap hukum Internasional dan melawan resolusiPerserikatan Bangsa-Bangsa.
Partisipasi Gus Yahya dalam rangkaian acara ini merupakan pukulan bagi Palestina dan Yerusalem,serta bagi Republik Indonesia, sebuah negara Islam terbesar di dunia yang menyelenggarakan KTT OKI Luar Biasa ke-5 tentang Palestina & Al-Quds Al-Sharif pada tahun 2016, dan Konferensi Internasional tentang masalah Yerusalem pada tahun 2015, dan yang selalu membela Yerusalem dan isu-isu Palestina. Partisipasi Gus Yahya juga bertentangan dengan posisi pemerintah Indonesia yang selalu menyatakan penolakan mereka terhadap kebijakan dan pendudukan Israel atas semua orang Palestina dan Wilayah Arab, dan pembentukan negara Palestina dengan ibu kotanya Alquds Alsharif, sesuai dengan Prakarsa Perdamaian Arab dan resolusi yang relevan dari legitimasi Internasional. Pihak Palestina tentu menganggap partisipasi Gus Yahya sebagai pribadi. Hal itu tidak akan mempengaruhi hubungan bilateral Palestina-Indonesia, dan posisi Palestina dan rakyatnya akan menghargai dan menghormati Republik Indonesia dan rakyatnya yang ramah.
Pihak Palestina menganggap peristiwa ini sebagai bagian dari kampanye Israel yang menyesatkan dan ditujukan untuk menampilkan wajah yang beradab dan budaya yang menyerukan perdamaian, konvergensi dan dialog antaragama. Padahal, selama ini Israel dalam beberapa dekade telah menciptakan pelanggaran dan kejahatan terhadap rakyat Arab Palestina dari Muslim dan Kristen, dan kesuciannya di Yerusalem dan seluruh Palestina. Belum lagi desakan Israel, paksaan pendudukan, pada berbagai situasi yang menuntut pengakuan sebagai Negara Yahudi, yang mencerminkan kebijakan rasis dan kolonialis yang diadopsi olehnya, dan yang sepenuhnya bertentangan dengan diskusi perdamaian yang diselenggarakan.
Wilayah kita selalu menjadi sumber kecerdasan dan peradaban, dan belum pernah mengalami kekerasan sektarian dan agama apa pun hingga rakyat Palestina dijajah sedemikian rupa. Gus Yahya seharusnya mengunjungi Yerusalem di bawah bendera Palestina, dan berkoordinasi dengan pihak Palestina dan lembaga-lembaga spiritual Islam dan Kristen, bukannya mengizinkan Israel untuk meneruskan proyek normalisasi di bawah pembicaraan agama dan budaya, dan menerimanya untuk menjadi pembenaran atas pendudukan Israel atas kekudusan Islam dan Kristen”.

Recent Posts

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

20 jam yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

2 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

2 hari yang lalu

Jangan Sampai Indonesia Punya 97,5 Juta Hektare Kawasan Konservasi yang Hanya Hidup di Atas Peta

MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…

2 hari yang lalu

Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…

3 hari yang lalu