Categories: NASIONALPARLEMEN

Bamsoet Ajak Rekannya di Parlemen Aktif Sosialisasikan Pancasila

MONITOR, Jakarta – Sebagai perwakilan rakyat dan sesama lembaga tinggi negara, pimpinan DPR dan pimpinan MPR memastikan tetap akan seiring sejalan menciptakan kondusifitas dan stabilitas politik. Hal itu diungkapkan Ketua DPR RI Bambang Soesatyo.

“MPR yang terdiri dari unsur DPR dan DPD merupakan jelmaan rakyat Indonesia. Ketiganya memperkuat sistem check and balances antara cabang kekuasaan eksekutif dan legislatif. Tadi saya menyampaikan kepada Ketua MPR dan ketua DPD, mari kita tetap jaga marwah, harkat dan martabat kedua lembaga negara ini agar dengan menjaga semangat ideologi Pancasila,” ujar Bamsoet usai menghadiri acara buka puasa bersama Ketua MPR RI Zulkifli Hasan dan Presiden Joko Widodo, di kediaman Ketua MPR RI, Jakarta, Jumat (8/6).

Politisi Golkar ini mengajak para pimpinan DPR dan pimpinan MPR memperbanyak terjun ke lapangan bertemu masyarakat di sisa waktu jabatan. Selain untuk melakukan tugas kedewanan, DPR dan MPR bisa melakukan sosialisasi Pancasila.

“Seperti kita ketahui, saat ini ideologi Pancasila sedang dirongrong oleh ideologi ekstrim dan radikal. Di akhir masa jabatan keanggotaan legislatif, kita jangan segan turun ke berbagai daerah melakukan sosialisasi untuk membumikan Pancasila ke hati masyarakat,” tutur Bamsoet.

Selain itu, Bamsoet juga mendukung program sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara yang gencar dilakukan MPR. Program sosialisasi empat pilar yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sangat diperlukan untuk memupuk serta menumbuhkan kembali rasa nasionalisme dan kebangsaan seluruh warga Indonesia.

“Empat pilar kebangsaan sebagai pedoman hidup dan pemersatu sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pemahaman terhadap empat pilar tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai-nilai kebangsaan, sehingga dapat memperkuat kerukunan antar anak bangsa,” urai Bamsoet.

Namun, mantan Ketua Komisi III ini tidak menampik adanya perkembangan dan dinamika politik di masyarakat saat ini yang mewacanakan amandemen UUD 1945. Bamsoet memastikan hal itu tidak akan terjadi di periode DPR dan MPR kali ini. Karena selain mengingat sempitnya waktu, masih perlunya kajian mendalam terhadap perlu atau tidaknya UUD 1945 di amandemen kembali.

“Jika Ketua DPR dan Ketua MPR berada satu panggung, seringkali sejumlah pihak mengaitkan dengan rencana amandemen UUD 1945. Wacana mengenai adanya amandemen UUD 1945 memang sudah sejak lama berhembus, namun saya pastikan hal itu tidak akan terjadi di periode ini” pungkas Bamsoet.

Recent Posts

Prof Rokhmin: Tinggalkan Ekonomi Bahan Mentah, Masuk Era Innovation-Based Blue Economy

MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…

3 jam yang lalu

Kemnaker Perkuat Kemandirian Ekonomi Masyarakat Pascabencana lewat Pelatihan Vokasi

MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…

16 jam yang lalu

Kemenag Satukan Organisasi Profesi Guru Lintas Agama dalam Satu Konfederasi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…

16 jam yang lalu

FORMIT Palu Galang Dana untuk Korban Bencana NTT, Serukan Solidaritas Indonesia Timur

MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…

2 hari yang lalu

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri TPT untuk Menangkan Kompetisi Global

MONITOR, Jakarta - Industri tekstil dan produk tekstil (TPT) nasional masih menjadi salah satu sektor…

2 hari yang lalu

Kumpul Bersama Rakyat, Menteri UMKM Ajak Perkuat Solidaritas dan Satukan Semangat Kemerdekaan

MONITOR, Jakarta – Ratusan ribu masyarakat memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Sarinah, hingga Bundaran HI…

2 hari yang lalu