KESEHATAN

Muslim Wajib Tahu, Ini Bahaya Langsung Tidur Usai Santap Sahur

MONITOR – Selama bulan Ramadan, pola tidur Anda secara otomatis mengalami perubahan karena harus mengonsumsi makanan terlebih dahulu saat sahur. Efeknya, banyak di antara kita yang memilih untuk langsung tidur setelah sahur karena waktu tidur di malam hari yang sempat terpotong. Akibatnya, tidak sedikit yang merasakan adanya gangguan kesehatan karena kebiasaan yang satu ini.

Memang, apa saja sih risiko kesehatan yang bisa menyerang jika kita sering langsung tidur setelah sahur? Nah, perhatikan penjelasan berikut ini agar tubuh Anda tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa.

Dikutip dari laman go-dok.com, berikut  tiga  Bahaya langsung tidur setelah makan sahur:

1. Perut menjadi buncit

Bahaya langsung tidur setelah sahur yang pertama akan mengakibatkan perut Anda menjadi buncit. Setiap makanan yang masuk ke dalam mulut dan sistem pencernaan memerlukan proses penggilingan agar dapat dicerna dengan mudah dan nutrisi dapat disalurkan oleh darah ke seluruh organ tubuh.

Nah, makanan yang dicerna tersebut, sejatinya menghasilkan energi untuk keperluan kita beraktivitas sehari-hari. Ketika Anda memutuskan untuk langsung tidur, otomatis nutrisi dari makanan yang telah dicerna tersebut akan menumpuk menjadi lemak dalam tubuh.

Otomatis karena penumpukan tersebut, perut Anda dapat terlihat buncit karena adanya penumpukan makanan yang belum sempat dimanfaatkan sebagai energi. Sebaiknya, lakukan sedikit akitivtas setelah sahur, seperti mencuci piring maupun melaksanakan ibadah solat Subuh terlebih dahulu.

2. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

Proses pencernaan makanan yang terjadi di dalam lambung tentunya melibatkan asam lambung agar makanan dapat tergiling dengan baik. Nah, ketika Anda memilih untuk langsung tidur setelah sahur, tanpa memberikan jeda waktu yang cukup, proses penggilingan di dalam lambung tentunya akan terganggu.

Ketika Anda memilih untuk langsung tidur dengan terlentang, katup yang memisahkan antara lambung dengan kerongkongan jadi tidak tertutup dengan baik karena pengaruh gravitasi. Akibatnya, makanan beserta asam lambung yang sebelumnya berada di dalam lambung, dapat naik ke kerongkongan dan menyebabkan rasa panas di dada dan leher.

Inilah yang kerap dirasakan seperti sensasi kembung dan begah, serta dada yang terbakar (heartburn). Selain itu, asam lambung yang naik ini bisa saja memicu iritasi pada kerongkongan Anda.

3. Stroke

Bahaya langsung tidur setelah sahur yang patut diwaspadai yaitu stroke. Mungkin belum banyak yang menyadari ancaman penyakit ini jika Anda terbiasa langsung tidur setelah sahur. Memang, apa hubungannya? Salah satu jenis stroke yang dapat terjadi jika Anda sering langsung tidur setelah makan ialah stroke penyumbatan darah.

Pada dasarnya, suplai darah menuju otak harus tetap terjaga setiap saat. Nah, ketika Anda memilih langsung tidur setelah makan, maka suplai darah menjadi terbagi antara ke lambung dan otak karena proses penggilingan di dalam lambung yang masih berjalan.

Dalam jangka panjang, bila kebiasaan ini terus dilakukan, otak bisa saja menjadi kekurangan oksigen sehingga memicu serangan stroke. Karena itu, hindari kebiasaan langsung tidur setelah makan, termasuk saat makan sahur ketika bulan Ramadan tiba.

Sejumlah penelitian menyebutkan, dengan memberi jeda 20 menit setelah makan dapat menurunkan risiko terkena stroke sebesar 20%. Selain itu, seseorang yang memberi jeda 1 jam setelah makan 66% lebih kecil terkena stroke jenis ini. Jadi, idealnya Anda sebaiknya menunggu 2 jam sebelum memutuskan untuk kembali tidur, ya!

Pastikan untuk menyiapkan menu penuh gizi saat sahur, seperti telur, daging ikan, dan sayur hijau demi menjaga tubuh tetap bugar selama berpuasa. Jika Anda masih ingin mengemil setelah sahur, cobalah mengonsumsi biskuit gandum dengan keju cottage sebagai menu kudapan. Selain dapat mengenyangkan, jenis makanan tersebut termasuk mudah dicerna dan dapat menjadi sumber karbohidrat dan protein tambahan yang sehat.

Jadi, masih memilih langsung tidur setelah sahur setelah mengetahui risiko penyakit di atas? Walaupun terasa berat, kuatkan diri Anda untuk menahan rasa kantuk yang melanda. Cobalah luangkan waktu dengan kegiatan yang lebih bermanfaat seperti berolahraga ringan dan berjalan-jalan di depan komplek rumah Anda. Semoga bermanfaat!

Recent Posts

Rukun, Kompak dan Bahagia, Warga RT 03 Perumahan Muslim Alfalaah 3 Gelar Family Gathering

MONITOR, Cisarua - Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kebersamaan, warga Perumahan Muslim Alfalaah…

7 jam yang lalu

Pajak JHT Jadi Polemik, Legislator: Negara Harusnya Beri Rasa Aman ke Pekerja di Tengah Ancaman PHK

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi menyoroti soal polemik pengenaan tarif pajak…

9 jam yang lalu

Komisi XIII DPR Soroti Pengadaan Gembok Ditjenpas yang Dalam 2 Tahun Capai Hingga Rp 92 M, Minta Ada Audit

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XIII DPR RI, Pangeran Khairul Saleh menyoroti program pengadaann gembok…

9 jam yang lalu

Dorong Penanganan Karhutla, Prof Rokhmin: Edukasi Rakyat, Hukum Tegas Korporasi Pembakar Hutan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan…

20 jam yang lalu

Legislator Kecam Lagu ‘Lalaki Langit’ karena Dinilai Lecehkan Perempuan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengecam lagu berjudul 'Lalaki…

22 jam yang lalu

Puan Hormati Putusan MK Soal Kepala Daerah Tetap Dipilih Langsung Rakyat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan menghormati putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal…

23 jam yang lalu