PEMERINTAHAN

Selama Ramadhan, Ketersediaan Aneka Cabai di Sulawesi Utara Aman

MONITOR, Manado – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman selalu menekankan bahwa ketersediaan pasokan dan harga Bahan Pokok Penting harus aman dan harga terjangkau oleh konsumen, petani untung dan konsumen tersenyum.

Amanah tersebut disambut dengan Sigap oleh Dirjen Hortikultura untuk melakukan pengecekan dan monitoring ke daerah untuk memastikan ketersediaan aneka cabai dan bawang merah aman dan tersedia di lapangan. Salah satu propinsi yang menjadi salah satu barometer ketersediaan di pulau Sulawesi adalah Sumatera Utara.

Masakan di Sulawesi Utara identik dengan cita rasa pedas. Penggunaan bumbu dapur terutama cabai yang di kenal dengan “Rica” dalam bentuk segar menjadi andalan bagi masyarakat setempat. Sehingga tidak heran bila masyarakat Sulut mengatakan bahwa tanpa rica, makanan terasa hambar.

Tingkat konsumsi masyarakat saat ini di Sulawesi Utara masih cukup stabil walaupun memasuki bulan puasa.

Perkebunan Cabai (Foto: Humas Kementan)

Pasokan cabai khususnya untuk Kota Manado sangat mencukupi. Kepala Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Utara, Nofly Wowling menyampaikan, “Pasokan aneka cabai untuk Manado sebagian besar masih dari Minahasa, Minsel, Bolmong Selaran dan Kota Mombagu. Itu daerah sentra utama di kita. Total luas panen untuk Sulawesi Utara bulan Mei Juni sekitar 180-190 hektar untuk cabai merah besar dan 800-900 hektar untuk cabai rawit merah. Tingkat produksinya pun cukup bagus, karena cuaca sangat mendukung. Untuk Mei Juni produksi cabai besar ada sekitar 1200 ton dan produksi cabai rawit merah 3200 ton. Posisinya aman” terang Nofly.

Harga saat ini di Sulawesi Utara tidak mengalami fluktuasi. Dari pemantauan harga di Pasar Pinangsungkulan, Karombasan, Manado pada tanggal 21 Mei cabai merah 35-40 ribu/kg dan cabai rawit merah 50-60 ribu/kg.

Ditanggal yang sama harga cabai merah di Pasar Tradisional Tondano justru lebih murah, 25 ribu/kg. Di Minahasa harga eceran untuk cabai merah 25 ribu/kg dan rawit merah 35-45 ribu/kg. Kepala Bidang Hortikultura, Dinas Pertanian Propinsi Sulawesi Utara Velix Wowor menjelaskan, “Biasanya untuk sabtu minggu harga memang sedikit berbeda dibanding dengan hari-hari biasa. Kan banyak masyarakat kita yang punya kegiatan adat di hari sabtu minggu. Permintaan pasti akan sedikit naik. Tapi masih batasan wajar. Kita sudah atur pola tanamnya dan komitmen dengan para kelompok tani binaan agar pertanaman dilakukan sepanjang waktu sehingga ketersediaan pasokan terjaga setiap saat. Jadi salalu ada panen cabai untuk memenuhi kebutuhan lokal” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Elke J Rambing, Kepala Bidang Hortikultura Kabupaten Minahasa. Sejak dicanangkan sebagai Kawasan Cabai oleh Gubernur pada tahun 2015 silam, Minahasa terus berusaha mengembangkan diri. Salah satunya adalah pengembangan Kawasan Cabai yang berfungsi sebagai buffer stock. “Pola tanam selalu kita atur. Kita dampingi petani secara langsung dan intensif. Sehingga kegagalan panen bisa diminimalisasi. Pada bulan Mei ini Minahasa ada panenan sekitar 25 hektar. Langsung dijual petani ke Manado dan untuk pemenuhan Minahasa sendiri” ungkapnya. Harga di tingkat petani juga terpantau stabil. “ Saya cek langsung ke petani untuk cabai merah keriting 22 ribu/kg dan cabai rawit merah yang hybrida 25 ribu/kg.

Stenly Bage, ketua kelompok tani Kinamang Desa Lolah Kec. Tambariri Kab.Minahasa mengatakan bahwa saat ini pertanaman cabai rawit dalam keadaan baik pertumbuhannya dan pasokan sampai bulan Mei-Juni dalam keadaan aman. Cabai rawit yang ditanam varietas dewata dan screet, yang bisa panen lebih dari 30 kali (panen per minggu), BEP nya 10-12 rb dengan biaya produksi 60-70 juta/ha.
Menurut Stenly Bage, ketua kelompok tani Kinamang yang beralamat di Desa Lolah Kec. Tambariri Kab.Minahasa bahwa saat ini pertanaman cabai rawit dalam keadaan baik pertumbuhannya dan pasokan smp bulan Mei-Juni dalam keadaan aman. Cabai rawit yang ditanam varietas dewata dan screet.

Hal senada juga disampaikan Kris Sinkuh ketua kelompok tani maju bersama Kelurahan Wewelan Kec. Tondano Barat, bahwa saat ini pertanaman tumbuh cukup baik, bisa panen 28-30 kali dengan varietas nirmala dan Dewata 43 yg lebih tinggi dibandingkan var Dewata, BEP 12-13 rb dengan populasi tanaman 10-12 rb/ha.u/kilo. “Kelompok tani kami siapkan mengamankan pasokan terutama di bulan Ramadhan,” ungkapnya.

Recent Posts

Ekspansi Bisnis, Bos Plafon Indofon Adit Setiawan Gebrak Industri Wisata Religi lewat Romani Travel

MONITOR, Yogyakarta – Kesuksesan menguasai pasar manufaktur plafon PVC di Indonesia tidak membuat langkah Adit Setiawan…

2 jam yang lalu

Menaker Pacu Talenta Muda Jadi Inovator dan Pencipta Kerja Lewat Talent dan Innovation Hub

MONITOR, Bandung Barat — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pentingnya penguatan ekosistem pengembangan SDM melalui keterhubungan pelatihan…

3 jam yang lalu

Dialog Ekonomi Biru China–ASEAN di Hainan, Rokhmin Dahuri dorong Sabang jadi Hub Maritim dan Pusat Pertumbuhan Kawasan

MONITOR, Jakarta - Penguatan kerja sama ekonomi biru antara negara-negara ASEAN dan China dinilai menjadi…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Perkuat Layanan Haji Indonesia di Makkah, Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji

MONITOR, Makkah - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab…

8 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga Ungkap Strategi Smart Mobility Lewat Travoy dan Umumkan Top 3 Pemenang Jasa Marga | Travoy WOW Case Competition 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono tampil sebagai pembicara…

11 jam yang lalu

Yayasan Pendidikan Islam Adzikra dan Bank Mandiri Santuni 140 Siswa Yatama dan Dhuafa

MONITOR, Depok - Yayasan Pendidikan Islam Adzikra berkolaborasi dengan Bank Mandiri Area Depok menggelar kegiatan…

14 jam yang lalu