PEMERINTAHAN

Mentan Bedah Kemiskinan dan Tinjau Pemanfaatan Alsintan di Jember

MONITOR, Jember – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian membuat langkah baru dengan adanya Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja), yakni program pengentasan kemiskinan berbasis pertanian yang diberikan untuk 1.000 desa dari 100 Kabupaten terpilih.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan Program “Bekerja” merupakan arahan Presiden RI, Joko Widodo untuk memperbaiki taraf hidup masyarakat. Program ini fokus pada peningkatan pendapatan dan daya beli mayoritas rumah tangga miskin yang bekerja pada sektor pertanian maupun informal. Program “Bekerja” bersinergi dengan Kemensos, BUMN, Kemendes, BKKBN dan pemerintah daerah.

“Melalui program Bekerja ini diharapkan bisa menekan angka kemiskinan nasional,” tegas Amran di Jember, Rabu (23/5).

Amran menjelaskan bantuan dari pemerintah ini bersifat jangka pendek hingga panjang. Artinya melalui bantuan yang diberikan hendaknya bisa dimanfaatkan seoptimal mungkin agar pendapatan ekonomi keluarga meningkatan secara signifikan asal dikelola dengan baik.

“Dengan kita kerja, kerja, kerja, pendapatan pasti naik. Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, bantuan jangan disalahgunakan. Kita yakin ke depan rakyat miskin pasti bisa dintuaskan,” ucapnya.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat meninjau langsung Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) yang telah digelontorkan oleh pemerintah berupa alat mesin pertanian di Desa Mayang, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember

Disamping pemberian bantuan dari program “Bekerja” di Desa Sukogidri Kecamatan  Ledok Ombo Kabupaten Jember yang diberikan kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 33 KK,  Mentan Amran Sulaiman juga meninjau langsung Optimalisasi Pemanfaatan Alsintan (OPA) yang telah digelontorkan oleh pemerintah berupa alat mesin pertanian di Desa Mayang, Kecamatan Mayang Kabupaten Jember.

Mobilisasi alat mesin pertanian (alsintan) guna menunjang percepatan tanam di Kabupaten Jember dioptimalkan dengan baik. Total bantuan alsintan yang diterima di Kabupaten Jember sebanyak 626 traktor roda 2 (TR2), 2 traktor roda 4 (TR4), 42combine harvester kecil (CHK), 79 combine harvester sedang (CHS), 10 combine harvester besar (CHB) dan 217 pompa air (PA).

Dengan memanfaatkan alsintan, kata Amran, Indeks Pertanaman meningkat karena sejak pengolahan hingga panen waktunya lebih singkat, seperti yang dilaksanakan di Kabupaten Jember.

“Alsintan juga mendorong generasi muda terjun ke sektor pertanian. Dan dapat dipastikan melalui OPA kegiatan pertanian akan lebih mudah, murah dan hemat biaya,” tuturnya.

Recent Posts

Kementan Perkuat Pengendalian Rabies di Bali, Alokasikan 205.000 Dosis Vaksin pada 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat pengendalian rabies di Bali melalui penyediaan vaksin,…

3 menit yang lalu

TCL Ajukan Gugatan terhadap Samsung terkait Klaim Teknologi Mini LED pada Televisi

MONITOR, Jakarta — TCL, perusahaan elektronik asal China, mengajukan gugatan terhadap Samsung di pengadilan federal…

8 jam yang lalu

UIN Jakarta Raih Penghargaan Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik di BAZNAS Awards 2026

MONITOR, Jakarta - UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menerima penghargaan kategori Lembaga Pendidikan Pendukung Zakat Terbaik…

13 jam yang lalu

Menhaj: Pengelolaan Dana Haji Harus Aman dan Produktif

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan pentingnya keseimbangan antara keamanan…

23 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Karhutla Bisa Diantisipasi, Jangan Tunggu Bencana Baru Bergerak

MONITOR, Jakarta - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dicegah sebelum meluas, bukan baru ditangani…

2 hari yang lalu

GPK Desak Polemik Pemakzulan Gibran Diakhiri, DPR Diminta Fokus pada RUU Perampasan Aset dan Pemilu

MONITOR, Jakarta - Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) meminta DPR dan pemerintah tidak membiarkan polemik pemakzulan…

2 hari yang lalu