GAYA HIDUP

Berbahayakah Mata Belekan Terlalu Sering?

MONITOR- Mata belekan, alias terdapatnya kotoran yang mengeras di sudut-sudut mata, merupakan suatu fenomena yang sangat biasa terjadi. Hal ini terjadi pada setiap orang, di setiap hari, dan karenanya seringkali dianggap angin lalu.

Namun, tahukah Anda bahwa mata belekan terlalu sering ternyata juga dapat mengindikasikan adanya suatu kondisi medis tertentu? Jika tidak, maka sudah saatnya Anda membaca penjelasan lengkap mengenai mata belekan terlalu sering berikut ini!

Apa sebenarnya belekan itu?
Melansir GO-DOK.COM Kotoran mata, atau yang biasanya disebut belek dalam bahasa Indonesia, sejatinya adalah kumpulan dari lendir yang dihasilkan mata serta kotoran yang menempel pada mata. Biasanya, lendir dan kotoran ini tentu tidak akan menumpuk di sudut mata sepanjang hari, karena Anda senantiasa mengedip.

Lho, apa hubungannya? Seperti yang Anda tahu, mata haruslah mengedip setiap beberapa saat selama ia terbuka. Biasanya, Anda akan mengedip sebanyak 10 – 20 kali setiap menit, guna menjaga kelembapan mata.

Nah, tiap kali Anda mengedip inilah, mata mendapatkan perlindungan dari kotoran luar. Tak hanya itu, kedipan juga akan membersihkan mata Anda dari lendir yang dihasilkannya sepanjang hari sehingga kotoran dan lendir tidak menumpuk di sudut mata.

Namun, saat sedang tidur, Anda tentu tidak mengedipkan mata, dan karenanya kotoran serta lendir tidak dibersihkan dari mata. Hasilnya, kedua hal tersebut akan menumpuk di sudut-sudut kedua mata Anda, sehingga menjadi belek (kotoran mata). Karena inilah, belek hanya muncul saat Anda bangun tidur di pagi hari. Belek biasanya memang berwarna cokelat, atau putih.

Seringkali Anda juga menemukan belek serupa lendir yang berwarna cream. Hal ini pun masih dikatakan normal, karena belek tersebut terbentuk saat suatu iritan, seperti pasir maupun debu, masuk ke mata ketika Anda tidur.

Lalu, berbahayakah mata belekan terlalu sering?
Sejatinya, mata belekan merupakan hal yang sangat normal. Namun, jika Anda menemukan belek atau kotoran yang keluar dari mata dengan warna berbeda atau aneh, tentu hal ini harus diwaspadai. Begitu pula jika mata belekan terlalu sering atau terlalu banyak, karena bisa jadi hal ini mengindikasikan adanya penyakit atau infeksi, seperti:

1. Konjungtivitis,alias infeksi bakteri pada mata. Jika terkena penyakit ini, selaput mata bening yang menutupi bagian putih mata Anda, akan berubah warna menjadi pink atau merah. Konjungtivitis biasanya disebabkan oleh alergi atau infeksi virus serta bakteri tertentu, dan belekan terlalu sering merupakan salah satu gejalanya. Virus Herpes bisa berbahaya saat menginfeksi, begitu pula infeksi jamur dan infeksi parasit Acanthamoeba keratitis.
Mata kering, yaitu suatu kondisi di mana mata Anda tidak mendapatkan cairan yang cukup, sehingga mata kemudian mengirim sinyal pada sistem syaraf untuk mengirimkan cairan. Nah, cairan ini biasanya disebut “air mata darurat”, dan seringkali mengandung terlalu banyak lendir. Nah, lendir inilah yang kemudian membentuk belekdi sudut mata Anda sekaligus menandakan mata kekeringan.

2. Ulkus kornea, yaitu kondisi di mana muncul semacam bisul di bagian kornea mata Anda. Meskipun jarang, bisul ini bisa terjadi karena adanya infeksi ataupun kekeringan berlebihan pada mata, dan keduanya menyebabkan produksi belekdalam jumlah banyak. Nah, karena kornea merupakan bagian penting yang melindungi selaput pelangi dan pupil mata Anda, maka hal ini patut diwaspadai.
Adanya benda asing dalam mata, seperti kuman, serangga, pasir, atau hal-hal kecil lainnya. Biasanya, mata Anda akan merespon secara alami hal-hal tersbut dengan mengeluarkan air mata secara berlebihan. Jika terjadi saat tidur, tentu jumlah belekAnda juga akan semakin banyak. Maka, periksalah mata Anda sesegera mungkin.
Harus Anda ingat, bahwa belekan terlalu sering atau secara berlebihan, biasanya menandakan suatu kondisi medis tertentu. Terutama jika belekan terlalu sering atau banyak ini, diiringi dengan perubahan warna belek (kuning-kehijauan), penglihatan menjadi kabur, sensitivitas pada cahaya, serta rasa sakit di area mata.

Jika hal ini terjadi, segeralah periksakan mata Anda ke dokter spesialis untuk mengetahui penyebabnya dan mendapatkan perawatan yang sesuai. Tak hanya itu, jika Anda menggunakan lensa kontak dan tiba-tiba mengalami peningkatan kotoran mata, maka lepaslah lensa kontak Anda dan segera periksa ke dokter.

Ingat, jangan lengah ya! Semoga bermanfaat!

Recent Posts

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM

MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem…

1 jam yang lalu

Cegah Judi Berkedok Permainan Anak, Legislator Dorong Evaluasi Semua Izin Arena Arkade

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap…

7 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus

MONITOR, Belarus - Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah…

9 jam yang lalu

Mahfuz Sidik Bekali Anggota DPRD Partai Gelora Seni Komunikasi dan Strategi Politik Hadapi Pemilu 2029

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan pentingnya kemampuan…

9 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Sekadar Ubah Jalur Penjualan Komoditas

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan agar kebijakan ekspor…

10 jam yang lalu

Kemenag: Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

MONITOR, Jakarta - Kabar baik datang dari Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Ditjen Pendidikan…

12 jam yang lalu