EKONOMI

Rupiah Semakin Terpuruk, BI Siap Naikan Suku Bunga

MONITOR, Jakarta- Bank Indonesia (BI) menyatakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 4,50%. BI juga akan konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.048 per dolar AS, ini merupakan level terlemah rupiah sejak tahun 2015 lalu.

“Pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir sudah tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini. BI akan secara tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas,” ujar Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo melalui paparannya pada Jumat (11/5), kemarin.

Menurut Agus, operasi moneter di pasar valas juga akan terus dilanjutkan untuk meminimalkan volatilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, ia memastikan BI akan memperkuat kolaborasi dengan otoritas terkait dan industri keuangan terutama asosiasi, untuk memperdalam dan mengefisienkan price discovery di pasar valas dan pasar uang.

Sebagai informasi, Bulan April lalu, arus dana asing keluar dari pasar saham saja lebih dari Rp 10 triliun, dan dilanjutkan bulan Mei ini sudah sekitar Rp 1,2 triliun, hal ini seperti dikutip tools CME Group. Tekanan dari The Fed belum akan berhenti karena bunga AS masih akan naik dua kali.

Dijelaskan, sebagai perbandingan tren pergerakan bunga bank sentral Indonesia dan AS, BI menahan bunga acuan 7-day (Reverse) Repo Rate di posisi 4,25% sejak September 2017.

Dalam rentang waktu yang sama, The Fed sudah dua kali menaikkan bunga, yaitu Desember 2017 dan Maret 2018 ke posisi 1,5%-1,75%.

The Fed diperkirakan pasar akan mengerek bunga lagi pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) 13 Juni mendatang, dan ada kesempatan 95% bagi The Fed menaikkan bunganya Juni mendatang ke level 1,75%-2%. Tentu, kenaikan bunga, salah satu cara untuk menahan dana asing tetap betah di dalam negeri.

Senada dengan hal itu, pernyataan pada situs resmi BI menjelaskan, kondisi global terutama siklus peningkatan suku bunga di Amerika Serikat, meningkatnya harga minyak dunia, serta menguatnya risiko geopolitik sebagai akibat meningkatnya tensi sengketa dagang AS-China dan pembatalan kesepakatan nuklir AS-Iran, telah mendorong penguatan nilai tukar dollar AS terhadap mata uang lain, termasuk rupiah.

Masuk periode Mei 2018 rupiah melemah 1,2% terhadap dollar lain. Negara kawasan juga mengalami hal serupa, antara lain baht Thailand yang tergerus 1,76% dan lira Turki melorot 5,27%. Adapun selama 2018 (year to date), rupiah telah melemah 3,67% terhadap dollar AS. Sementara itu, peso Filipina terdpresiasi 4,04%, rupee India 5,6%, real Brasil 7,9%, rubel Rusia 8,84%, dan lira Turki 11,42% .

Menanggapi kejadian tersebut, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan Kepada MONITOR bahwa angka inflasi bulanan tahun ini (Januari-April) yang selalu lebih rendah ketimbang tahun lalu adalah pertanda dorongan harga dari sisi permintaan masyarakat masih lemah.

Mei ini, dia memperkirakan, inflasi inti di posisi 0,19%, naik tipis ketimbang bulan April yang sebesar 0,15%.

Recent Posts

Teras Balongan Jadi Buruan Pemudik, Oleh-Oleh Khas Pesisir Indramayu Laris Manis

MONITOR, Indramayu – Arus balik Lebaran tak hanya identik dengan perjalanan panjang, tetapi juga tradisi membawa…

37 menit yang lalu

Arus Balik Membludak, 383 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans Jawa Arah Jakarta

MONITOR, Cikampek – Gelombang arus balik Idulfitri 1447H/2026 dari wilayah Timur Trans Jawa menuju Jakarta melonjak…

4 jam yang lalu

Langkah Berani Anwar Ibrahim di Tengah Konflik Iran vs Israel dan Amerika Serikat

Adriansyah (Ketua Umum IKAL FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) Keputusan Perdana Menteri Anwar Ibrahim menolak…

5 jam yang lalu

Siaga Arus Balik Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang…

13 jam yang lalu

Arus Balik, Rest Area Alternatif RO 2 Palikanci Siap Berikan Pelayanan 24 Jam

MONITOR, Cirebon – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode…

15 jam yang lalu

Maxim Klaim Berhasil Rambah 400 Kota di Indonesia

MONITOR, Jakarta - Maxim Indonesia mengumumkan telah melampaui kehadiran di 400 kota di Indonesia, menegaskan…

15 jam yang lalu