BUMN

Pertamina Siap Kelola Blok Migas Terminasi 2019

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina (Persero) siap kelola  blok migas (wilayah kerja) yang habis masa kontraknya/ terminasi 2019 yang ditetapkan Kementerian ESDM pada hari ini. Pada tahun 2019 akan ada empat blok migas terminasi yakni Pendopo dan Raja, Bula, Seram non Bula dan  Jambi Merang.  Hari ini, Pertamina mendapatkan penugasan untuk mengelola dua blok migas, yakni Pendopo dan Raja, serta Jambi Merang.

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito menyatakan, Pertamina sebagai BUMN siap menjalankan keputusan pemerintah terkait penetapan pengelolaan 2  wilayah kerja migas tersebut dan siap melakukan kerjasama dengan operator lain termasuk melibatkan Pemerintah Daerah.

“Ini merupakan keputusan pemerintah dan kami menerima amanat tersebut, bagaimanapun juga penyerahan WK terminasi baik kepada Pertamina sudah melewati pertimbangan yang matang dari pemerintah, dan tentunya untuk kepentingan negara,”jelasnya.

Wilayah Kerja Pendopo dan Raja yang akan berakhir kontraknya pada 5 Juli 2019, saat ini dikelola oleh Joint Operation Body (JOB) PT Pertamina (Persero) dengan Golden Spike Energy Indonesia dengan kepemilikan masing-masing 50% di luar Participating Interest (PI) daerah. Kemudian, Jambi Merang yang kontraknya akan habis pada 9 Februari 2019, dikelola oleh Talisman dan PI dimiliki oleh Pertamina dan Pacific Oil and Gas.

Lebih lanjut Adiatma menyatakan, sebelumnya Pertamina telah menerima penugasan dari pemerintah untuk mengelola 100 persen participating interest dari delapan blok migas terminasi pada 20 April lalu. Kedelapan blok migas tersebut adalah North Sumatera Offshore (NSO), Ogan Komering, Southeast Sumatera, Tuban, East Kalimantan, Attaka, Tengah dan Sanga-sanga.

“Diperkirakan delapan lapangan tersebut masih berproduksi sekitar 100 ribu boepd, terdiri dari 50 ribu boepd minyak dan 515 mmscfd (Million Standard Cubic Feet per Day)  gas,”ujar Adiatma.

Ke-8 blok akan dikelola menggunakan mekanisme gross split, dimana investasi selama 3 tahun sebesar USD 556,450 juta dan Pertamina telah membayar signature bonus sebesar USD 33,5 juta.   Saat ini proses transisi tengah berjalan, dimana sebelum ke-8 blok tersebut terminasi, Pertamina juga memiliki PI disana. Sedangkan untuk Blok WK Tengah akan menjadi bagian dari WK Mahakam.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

14 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

17 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

17 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

18 jam yang lalu