SOSIAL

Tokoh Perempuan Gresik Ini Imbau Warga Tak Terprovokasi Kabar Hoaks

MONITOR, Gresik – Gerakan untuk memerangi berita bohong (Hoaks) sepertinya sudah lakukan oleh instansi-instansi dan banyak pihak, terlebih Kementerian Informasi dan Komunikasi dan Kepolisian Republik Indonesia. Namun nyatanya upaya itu masih dinilai belum maksimal. Bahkan, sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun sudah mengeluarkan fatwa terkait bermuamalah di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, Tokoh perempuan Kabupaten Gresik, Ainul Farodisa menjelaskan, tidak bisa dipungkiri era digital semacam ini berita di media sosial berkembang sangat cepat, dan hoax pun ikut mewarnai rona berita yg tersebar begitu cepat ini. “Sebagai umat muslim, kita harus tanggap dan bisa menganalisa sebuah berita itu dengan cermat, kita juga harus melek literasi digital sehingga tidak mudah terprovokasi oleh berita yang kurang jelas sumbernya”, ujar Ainul saat ditemui awak media di Gresik (09/05).

Selain itu, Ainul yang juga wakil ketua PC Fatayat NU Kabupaten Gresik ini juga meminta kepada seluruh element masyarakat khususnya umat Islam harus cerdas digital dan punya analisa kuat. “Ada beberapa hal yang harus dipahami masyarakat untuk mencegah berkembangnya hoaks diantaranya dengan mencermati judul berita, apakah mengandung profokasi atau tidak. Kemudian melihat dulu alamat situsnya dan periksa fakta isi berita,” jelas Ainul.

Lebih lanjut, Ainul juga memaparkan, merujuk pada qaidah Ushul fiqh “Al amru bi asy syai’i, amrun bi wasailihi”. Menurutnya, jika kita ingin berita hoaks hilang, maka harus mengetahui langkah-langkah menuju ke sana, diantaranya harus pandai mencermati dan menganalisa isi berita yang beredar. “Masyarakat jangan mudah terpancing dengan pemberitaan yang berpotensi memwcah belah persatuan umat,” pinta Ainul.

Terkait dengan langkah dan gerakan Kapolri Tito Karnavian untuk memerangi hoaks, dirinya mengapresiasi gerakan Kepolisian Republik Indonesia untuk memerangi hoaks. “Kami sepakat sekali dengan langkah itu, masyarakat pun dalam membaca berita harus secara rasional dan tidak dengan emosional, ini mengindikasikan bahwa masyarakat dituntut untuk berpikir kritis. Tidak hanya taqlid semata apalagi sampai membabi buta,” pungkas Ainul.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

15 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

17 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

17 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

19 jam yang lalu