PEMERINTAHAN

Gandeng RS Jerman, RSPAD Nantinya Bisa Operasi Transplantasi Hati

MONITOR, Jakarta – Setiap tahun ada sekitar Rp 155 triliun uang yang dihabiskan warga negara Indonesia untuk berobat ke luar negeri. Setidaknya ada 3 negara yang menjadi tujuan utama WNI yang melakukan perawatan kesehatan yakni Singapura, Malaysia, dan Tiongkok.

Fenomena banyaknya jumlah WNI yang berobat ke luar negeri tidak lepas dari keterbatasan dokter dan peralatan medis yang dimiliki oleh rumah sakit di Indonesia.

Melihat kondisi tersebut, Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat (RSPAD) segera menjajaki kerja sama dengan Nordwest Krankenhaus, sebuah rumah sakit yg sangat berpengalaman dan termasuk rumah sakit yg terlama di Frankfrurt, Jerman. Nantinya pasien tidak perlu pergi lagi ke luar negeri. Sebagai contoh bila pasien memerlukan transplantasi hati, cukup datang ke RSPAD maka operasi transplantasi hati bisa dilakukan. Dan bukan tidak mungkin, tidak hanya operasi transplantasi hati, banyak operasi yang selama ini belum bisa dilakukan di Indonesia nantinya bakal bisa dilakukan.

Hal tersebut bermula dari kunjungan Kepala Rumah Sakit RSPAD, Mayjend Dr dr Terawan Agus Putranto Sp Rad ke Nordwest Krankenhaus, Frankfrurt, Jerman pada awal April 2018 lalu. dr Terawan memang kerap melakukan terobosan dalam bidang medis untuk kepentingan masyarakat Indonesia. Kedatangannya ke Jerman saat itu dilakukan untuk menjajaki kerja sama riset medis guna meningkatkan pelayanan RSPAD.

Sebagai realisasinya, hari ini, Rabu (9/5) Prof Dr Thomas Kraus Weiner, yang merupakan perwakilan dari Nordwest Krankenhaus, datang ke RSPAD untuk menindaklanjuti letter of intent kerja sama kedua rumah sakit. Kedatangan Prof dr Thomas Kraus disambut langsung oleh dr Terawan Agus Putranto Sp Rad.

“Kegiatan hari ini adalah kegiatan yang dilakukan untuk menindaklanjuti letter of intent yang sudah kita tandatangani di Jerman. Di mana diantara kegiatannya adalah untuk saling menjajaki kerja sama guna meningkatkan kemampuan teknis medis,” ujar dr Terawan di RSPAD, Rabu (9/5).

dr Terawan menjelaskan, kedatangan Prof dr Thomas Kraus merupakan langkah awal dimulainya kerja sama yang serius di antara kedua belah pihak. Apalagi latar belakang Prof Thomas Kraus adalah seorang dr bedah digestif, tentunya langsung dimanfaatkan oleh tim dokter bedah dari RSPAD untuk saling berbagi pengetahuan.

“Bahkan nanti kami juga akan merencanakan operasi medis bersama baik di sini atau pun di Jerman. Nanti tim dokter dari Jerman akan datang ke RSPAD,” imbuh dr Terawan.

Dengan adanya kerja sama antara RSPAD dengan Nordwest Krankenhaus, dr Terawan meyakini bahwa RSPAD akan ketiban manfaatnya yang membuat teknis medis menjadi semakin meningkat. Dan di pihak Nordwest juga akan mendapatkan pengalaman yang sama.

Sementara itu, Kepala Departemen Bedah RSPAD, dr Catur S. Sutisna menyambut gembira kerja sama itu. Ia bahkan bakal menyiapkan tim dokter untuk berkunjung ke Jerman guna transfer pengetahuan yang selama ini belum bisa dilakukan di RSPAD.

“Jadi seperti di sini transplantasi hati memang belum berkembang, tapi di rumah sakit sana kurang lebih ada 300 kali operasi dalam satu tahun sedangkan di sini relatif belum pernah,” katanya.

Sedangkan dr Abraham Arimuko selaku Direktur Pembinaan dan Pengembangan RSPAD mengungkapkan, ada 3 fokus kerja sama yang dilakukan antara RSPAD dengan Nordwest Krankenhaus. Fokus kerjasama tersebut yakni dalam bidang medis, kedua adalah penelitian, dan ketiga yakni bidang pendidikan.

Nah kedatangan Prof Thomas Kraus kali ini baru hanya sebatas dari komunitas bedah digestif saja. Nantinya RSPAD akan mengirimkan tim dokter lain untuk sharing pengalaman dari komunitas bedah yang lainnya.

Dari kerja sama yang dilakukan dengan Nordwest Krankenhaus, ada nilai yang sangat penting bagi RSPAD bahkan untuk masyarakat Indonesia, yakni kerja sama ini menunjukkan bahwa Indonesia sudah semakin dipercaya di forum internasional.

Selain itu, warga Indonesia bakal semakin diuntungkan dengan tidak perlu lagi menghabiskan banyak biaya ke luar negeri serta menghemat devisa negara karena RSPAD diharapkan bisa sebagai rujukan rumah sakit yang modern dan berkualitas internasional serta menjadi kebanggaan nasional.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

4 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

5 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

15 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

17 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

17 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

19 jam yang lalu