MONITOR, Jakarta – Insiden kerusuhan yang terjadi di rumah tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, antara petugas dengan narapidana terorisme terus menarik perhatian sejumlah kalangan.
Anggota Komisi I DPR RI Charles Honoris misalnya. Ia menegaskan perlu adanya perbaikan terhadap pemasyarakatan terutama pada narapidana terorisme.
“Perbaikan terhadap pemasyarakatan napi terorisme harus segera dilakukan agar insiden serupa tidak terjadi lagi. Napi kasus terorisme sebaiknya ditempatkan di lapas dengan maximum security, seperti Lapas Batu dan Nusakambangan,” kata Charles dalam keterangan tertulis, Kamis (10/5).
“Ini untuk membatasi ruang gerak dan ruang komunikasi mereka,” tambahnya.
Dikatakan Charles, komunikasi live broadcast di media sosial yang sempat dilakukan para Napiter dari dalam Mako Brimob merupakan upaya menghidupkan sel tidur dan mendorong pelaku teror lainnya untuk ikut bersama-sama melawan negara.
Oleh karenanya, sambung dia, pemerintah harus melacak dan memonitor jaringan komunikasi para pelaku teror baik di media sosial maupun jaringan komunikasi lainnya.
“Untuk mencegah kemungkinan serangan susulan oleh kelompok pelaku teror, pengamanan instalasi strategis negara termasuk kantor-kantor kepolisian juga harus ditambah,” pungkas anggota dewan dari fraksi PDI Perjuangan itu.
MONITOR, YOGYAKARTA — Ajang bergengsi Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri…
LPM UIN Sunan Kalijaga Berbagi Strategi Implementasi SPMI Berdasarkan Permendiktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 MONITOR,…
MONITOR, Wakatobi - Pengakuan UNESCO terhadap suatu kawasan sebagai cagar biosfer tidak otomatis menjamin keberhasilan…
MONITOR, Cirebon - Hasil panen padi petani di Blok Makam Kidul, Desa Ujunggebang, Kecamatan Susukan…
MONITOR, Sukoharjo – Kementerian Agama (Kemenag) RI menegaskan komitmennya untuk hadir memberikan pelayanan, pembinaan, dan…
MONITOR, Yogyakarta - Ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset (OASE) III Perguruan Tinggi Keagamaan Islam…