PERDAGANGAN

Sambangi Kemendag, APKKI Keluhkan Dua Kebijakan Komite Anti Dumping Indonesia

MONITOR, Jakarta- Asosiasi Produsen Kemas Kaleng Indonesia (APKKI) mengemukakan pendapat keluhannya ke kantor Kementrian Perdagangan RI (Kemendag) terkait hasil penyelidikan sunset review anti dumping terhadap produk baja lapis timah (Tinplate) yang dilakukan oleh Komite Anti Dumping Indonesia (KADI).

Ketua APKKI, Halim PW mengatakan bahwa dirinya menyesalkan dua kebijakan KADI. Pertama memperpanjang bea masuk anti dumping (BMAD) sebesar (4.4 % hingga 7.9%), kedua menaikan BM yang saat ini 12.5%.

“Bedasarkan laporan terakhir, penyelidikan terindikasi bahwa rencananya KADI akan mengizinkan perpanjangan dan kami melihat ada banyak hal yang mestinya tidak adil terhadap perusahaan nasional,” ungkapnya kepada media di Kantor Kementrian Perdagangan, Jumat, (4/5).

Berdasarkan hal di atas, berikut ini terdapatnya pemaparan pernyataan sikap, sehubungan hasil penyelidikan sunset review anti dumping terhadap produk baja lapis dan timah yang dilakukan KADI yaitu,

1. Sebagaimana diketahui, pada tanggal 15 Januari 2014, Pemerintah Indonesia menetapkan Bea Masuk Anti Dumping (BMAD) terhadap impor Tinplate yang berasal dari Taiwan, Tiongkok dan Korea Selatan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 10PMK.0112014. Pengenaan BMAD berlaku selama 5 tahun sejak tanggal 15 Januari 2014 sd 14 Januari 2019.

2. Saat ini, Komite penyelidikan sunset Anti Dumping Indonesia (KADI) review untuk menentukan sedang melakukan apakah akan merekomendasikan perpanjangan pengenaan BMAD produk Tirlplate dari ketiga negara tersebut atau tidak.

3. Berdasarkan hasil penyelidikan sunset review oleh KADI terindikasi kuat bahwa KADI akan merekomendaslkan perpanjangan pengenaan BMAD produk Tlnplate kepada Menterl Perdagangan Rl.

4.Terkait dengan indikasi tersebut di atas, APKKI yang merupakan asosiasi yang anggotanya menggunakan produk Tinplate sebagai bahan baku utama sangat keberatan  apabila KADI merekomendasikan perpanjangan pengenaan BMAD atas Tinplate dengan suatu alasan-alasan.

Recent Posts

Kementan Kawal Harga Ayam, Peternak Rakyat Jadi Prioritas

MONITOR, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat langkah stabilisasi harga ayam hidup (live bird) di…

17 menit yang lalu

Kemnaker Fasilitasi 15 Skema Sertifikasi Kompetensi bagi Lulusan MagangHub

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) memfasilitasi 15 skema sertifikasi…

1 jam yang lalu

12 Kloter Jemaah Haji Indonesia Telah Pulang ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai…

1 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Benahi Tata Kelola Lobster untuk Percepat Kebangkitan Ekonomi

MONITOR, Bogor – Anggota Komisi IV DPR RI yang juga Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia…

20 jam yang lalu

Menhaj Lepas Kepulangan Perdana Jemaah Haji Indonesia ke Tanah Air

MONITOR, Jeddah — Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, melepas kepulangan perdana jemaah haji Indonesia…

22 jam yang lalu

Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir kepada Almarhum Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu

MONITOR, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menghadiri upacara persemayaman dan pelepasan jenazah Jenderal TNI (Purn)…

1 hari yang lalu