MITRA

Langkah Konkrit Pertamina Hulu Energi Pertahankan Produksi Migas Nasional

MONITOR, Jakarta – Dalam rangka mendukung ketahanan energi nasional, PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui dua anak perusahaannya yaitu PT PHE Offshore North West Java (PHE ONWJ) di wilayah kerja ONWJ dan PT PHE Jambi Merang yang bermitra dengan Talisman (Jambi Merang) Ltd. dan Pacific Oil & Gas Ltd. (Jambi Merang) di wilayah kerja Jambi Merang, menandatangani kontrak Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) masing-masing dengan PT Pertagas Niaga dan PT Pertamina Gas.

Upaya ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap monetisasi gas. Penandatanganan dua perjanjian tersebut juga dilakukan bersamaan dengan acara The 42nd IPA Convention & Exhibition 2018 yang dilaksanakan di Jakarta Convention Center, Jum’at (4/5).

Terkait kerjasama ini Direktur Operasi & Produksi PHE, Ekariza, berharap pihaknya bisa memberikan kontribusi secara berkesinambungan terhadap pemenuhan target produksi migas nasional dan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri.

Ia menjelaskan, pasokan gas dari PHE ONWJ ini akan dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan gas industri di Jawa Barat. Sementara pasokan dari PHE Jambi Merang akan dimanfaatkan untuk kebutuhan lifting minyak dan bahan bakar di Pertamina Refinery Unit (RU) II di Dumai.

Sementara itu, President Director Pertagas Niaga Linda Sunarti menyatakan suplai gas dari PHE ONWJ dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen industri di Jawa Barat yang trennya terus meningkat.

PJBG dari wilayah kerja ONWJ dengan total contract quantity sebesar 16,28 Trillion British Thermal Unit (TBTU), mencakup 5 BBTUD jumlah penyerahan harian di tahun 2017 – 2025, sementara untuk tahun 2026 jumlah penyerahan harian sebesar 2,7 BBTUD.

Sedangkan perjanjian kedua adalah PJBG dari wilayah kerja Jambi Merang yang berasal dari lapangan Sungai Kenawang dan Pulau Gading yang dioperasikan oleh JOB Pertamina Talisman Jambi Merang dengan total contract quantity sebesar 2,67 TBTU dengan jumlah penyerahan harian hingga 23 BBTUD, dengan rincian alokasi masing-masing sebesar 17 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan RU II Dumai dan sebesar 6 BBTUD untuk memenuhi kebutuhan produksi migas di Wilayah Kerja Bumi Siak Pusako.

“Target pengaliran pertama diharapkan pada saat RU II Dumai siap beroperasi yang diharapkan pada bulan Oktober 2018,” ujarnya dalam keterangan yang diterima MONITOR, Jumat (4/5).

Diketahui, penandatangan perjanjian ini juga merupakan satu lagi bukti upaya sinergi antar anak perusahaan Pertamina guna mengoptimalkan pendapatan negara dan nilai perusahaan.

Recent Posts

Pengangguran Banten Tinggi, DPR Dorong Pendidikan Link and Match

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI Adde Rosi mendorong adanya solusi komprehensif melalui…

2 jam yang lalu

KKP Pastikan Stok Ikan Aman dan Harga Stabil Hingga Lebaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan ikan nasional dalam kondisi aman…

3 jam yang lalu

Jasa Marga Dukung UMKM Binaan Tembus Pasar Global di Inacraft 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung Usaha Mikro,…

4 jam yang lalu

Kemenag Pastikan TPG Lulusan PPG 2025 Cair Jelang Lebaran

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak tunjangan profesi guru (TPG) bagi…

5 jam yang lalu

Kemenperin Targetkan Industri Keramik Indonesia Tembus Empat Besar Dunia

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat daya saing industri keramik nasional…

6 jam yang lalu

Wamenag: Belajar Islam Juga Harus Kuasai Sains dan Teknologi

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memberi pesan khusus kepada para…

8 jam yang lalu