KALIMANTAN

Pasangan Milton Crosby-Boyman Harun Diklaim Unggul di Pilkada Kalbar

MONITOR, Jakarta – Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mengatakan, dari hasil survei yang dilakukan dengan tingkat kepercayaan 95 persen menunjukan peta kekuatan pasangan calon (Paslon) Milton Crosby dan Boyman Harun unggul dari dua pasangan lainnya di pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Barat 2018.

Pada tingkat popularitas terhadap ketiga Paslon secara individu, masyarakat Kalbar lebih menyukai pasangan nomor urut 1 tersebut.

“Tingkat kesukaan secara individu calon gubernur, nama Milton Crosby – Boyman masih menempati posisi tertinggi yakni 78,1 persen. Kemudian diikuti Karolin Margareth-Gidot dengan 68,8 persen. Sementara Sutarmidji- Ria Norsan meraih 70, 8 persen,” kata Direktur Eksekutive LKPI, Arifin Nur Cahyono dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, Rabu (2/5).

Sementara itu, pada tingkat akseptabilitas ketiga Paslon nama Milton -Boyman juga menempati peringkat tertinggi untuk parameter akseptabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat dibandingkan dua Paslon lainnya.

“Tingkat akseptabilitas atau tingkat penerimaan masyarakat Kalimantan Barat terhadap Milton -Boyman sebesar 89,9 persen disusul pasangan Sutarmidji -Norsan 70,3 persen dan pasangan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot 61,3 persen,” ujar dia.

Untuk diketahui, LKPI setidaknya melibatkan 1.815 responden yang diambil dari jumlah daftar pemilih tetap ( DPT) dalam Pilkada Kalbar 2018 sebanyak 3.436.127 pemilih, yang tersebar di 167 Kecamatan dan 600 Desa/Kelurahan di 14 Kab/Kota Dengan Margin Of Error Sebesar +/- 2,3 % Pada Tingkat Kepercayaan 95%.

Responden dipilih secara random dengan teknik “Multistage Random Sampling” dengan pengambilan data dari 18 – 29 April 2018.

Tidak hanya itu, berdasarkan hasil survei juga diketahui bahwa tingkat untuk Kapabilitas dan Kompentesi sebagai kepala daerah Kalimantan Barat dari ketiga pasangan, masyarakat mengunggulkan pasangan Milton -Boyman.

“Milton meraih suara 90,7 persen, karena dianggap berprestasi saat memimpin Sintang. sementara pasangan Sutardmidji – Ria Norsan memiliki nilai kapabilitas dan kompentensi sebesar 72,1 persen dengan alasan tidak punya prestasi selama menjadi kepala daerah,” paparnya.

“Dan diurutan ketiga, pasangan Karolin Margret Natasa-Suryadman Gidot hanya mendapat suara 56,2 persen, karena sosok Karoline dianggap tidak memiliki pengalaman sama sekali sebagai kepala daerah,”pungkas Arifin.

Recent Posts

Mahasiswa Universitas Islam Depok Raih Penghargaan di Ajang International Conference Santri Mendunia 2026

MONITOR - Mahasiswa Universitas Islam Depok, Sutan Akhyar Rajabi, berhasil meraih penghargaan Most Outstanding Participant…

5 jam yang lalu

Waka Komisi IV DPR: Rehabilitasi Sawah Pascabencana Aceh-Sumatera Harus Jadi Strategi Perlindungan Produksi Pangan Nasional

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman memandang langkah Pemerintah…

9 jam yang lalu

Legislator Ingatkan Ada Ancaman Hukuman Bagi yang Beri Perlakuan Spesial ke Pelaku Pencabulan Santriwati

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengingatkan agar jangan ada…

9 jam yang lalu

Kementan Gerak Cepat Tangani Kasus Rabies di Maros

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian bergerak cepat menangani kasus gigitan anjing rabies di Kelurahan Cempaniga, Kecamatan…

16 jam yang lalu

FDIKOM UIN Jakarta Resmikan Common Room Pascasarjana, Dorong Kolaborasi dan Inovasi Akademik

MONITOR, Tangerang Selatan - Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (FDIKOM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kembali…

16 jam yang lalu

Kemnaker Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

MONITOR, Blitar – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pemenuhan hak kerja penyandang disabilitas…

17 jam yang lalu