SULAWESI

Komisi IV DPR Bantah Program Kementan ‘Bekerja’ terkait Pilkada Sulsel

MONITOR, Makassar – Program Bekerja atau Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera Kementerian Pertanian yang membagikan 10 juta ayam bagi rumah tangga miskin merupakan program yang telah disetujui DPR pada tahun anggaran 2017. Jika ada pihak yang mengaitkan Program Bekerja dengan Pilkada berarti telah melecehkan pemerintah dan DPR.

“Program Bekerja tidak ada kaitan dengan Pilkada karena sudah dianggarkan dan disepakati antara pemerintah dan DPR untuk tahun anggaran 2017. Keluarga miskin bakal diberikan bantuan ayam,” kata Andi Akmal Pasluddin, anggota Komisi IV DPR RI, pada Kamis (26/4/2018).

Oleh sebab itu, Akmal meminta agar tidak ada pihak-pihak tertentu yang mengubungkan antara Program Bekerja dengan Pilkada sebagai bahan kampanye negatif atau black campaign. “Saya kira cara-cara seperti ini jangan dilakukan,” ujar anggota Banggar DPR itu.

Menurut Akmal, sebagai anggota Komisi IV yang salah satunya membidangi pertanian, dirinya mengikuti proses pembahasan Program Bekerja di DPR sejak awal diusulkan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian. Bahkan tidak saja ayam, tapi juga sapi, atau alat pertanian.

“Jadi kalau sekarang Pak Menteri Pertanian bekerja membantu dan mensejahterakan masyarakat, itu memang tugasnya. Kalau kerjanya beliau membuat masyarakat simpati ya kan tidak ada masalah,” katanya.

Apalagi sebenarnya Program Bekerja untuk tahap awal diaplikasikan di delapan provinsi, yakni Jabar, Jateng, Jatim, Banten, Sumsel, Lampung, Kalsel dan Sulsel. “Peluncurannya justu di Jawa Barat. Jadi tidak hanya di Sulsel. Karena Sulsel provinsi besar, maka dimasukkan,” ujarnya.

Sekali lagi Akmal meminta tidak ada pihak yang menuding Program Bekerja Kementan untuk kepentingan politis. “Jadi saya kira tudingan tudingan pihak lain terhadap program ini, seakan-akan melecehkan program yang sudah disepakati antara DPR dengan Kementan. Padahal itu untuk rakyat, kasihan rakyat Sulsel bila program itu ditarik oleh kementrian” ujarnya.

Recent Posts

Puan: Negara Tak Boleh Kehilangan Satu Generasi karena Anak-anak Putus Sekolah

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai temuan mengenai sekitar 6.000 anak putus…

3 jam yang lalu

Sekda Lamteng Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Tenaga Honorer Fiktif, Legislator Pertanyakan Mengapa Belum Ditahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah mempertanyakan mengapa Polisi belum menahan Sekretaris…

3 jam yang lalu

Lanud Sjamsudin Noor Gelar Karya Bakti Lestarikan Warisan Sejarah Dirgantara

MONITOR, Banjarbaru - Jelang Peringatan Ke-79 Hari Bakti TNI Angkatan Udara Tahun 2026, Lanud Sjamsudin…

7 jam yang lalu

Kemnaker Gandeng GreatNusa dan Microsoft Siapkan Talenta AI Hadapi Perubahan Pasar Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menggandeng GreatNusa yang diluncurkan oleh Universitas Bina Nusantara (BINUS…

7 jam yang lalu

Waasops Panglima TNI Pimpin Apel Gelar Satgas Penanggulangan Karhutla 2026, Tegaskan Kesiapsiagaan Hadapi Musim Kemarau

MONITOR, Jakarta - Wakil Asisten Operasi (Waasops) Panglima TNI, Marsda TNI M. Taufik Arasj, S.Sos.,…

9 jam yang lalu

Soroti Bentrokan Matraman, Pengamat: Konflik Individu Jangan Jadi Konflik Kelompok

MONITOR, Jakarta - Peristiwa bentrokan yang melibatkan sejumlah warga di kawasan Matraman menjadi perhatian publik. Peristiwa tersebut…

11 jam yang lalu