POLITIK

Rizal Ramli Ingatkan Masyarakat Soal Bahaya Neoliberalisme

MONITOR, Jakarta – Ekonom Senior Rizal Ramli mengingatkan, ekonomi Indonesia sesuai dengan cita-cita founding fathers berada di tengah sistem perekonomian dunia. Hal itu melihat adanya upaya segelintir elit pemerintah yang mencoba untuk membawa negara ini menerapkan praktik ekonomi neoliberal di Indonesia.

“Negara harusnya memainkan peranan pentingnya dalam meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. Karena itu sebabnya, kita harus melawan setiap upaya dan praktik yang hendak menerapkan ekonomi neoliberal di Indonesia,” kata Rizal dalam bincang bersama awak media, di Kediamannya, di Kawasan Jakarta Selatan, Senin (23/4).
Masih dikatakan Rizal, ciri dari suatu negara menerapkan sistem ekonomi neoliberalisme, yakni setiap kebijakannya selalu mengedepankan keuntungan bagi para pelaku usaha besar maupun asing, ketimbang para pemilik usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang cenderung banyak dirugikan.
“Neoliberalisme adalah faham ekonomi yang mengecilkan peran negara seminim mungkin, dimana paham ini menghendaki seluruh kegiatan ekonomi diserahkan kepada mekanisme pasar bebas,” papar mantan menteri keuangan era Presiden Gus Dur.
Tidak hanya itu, Rizal juga menjelaskan ciri lain sistem ekonomi neoliberal yang sedang diterapkan suatu negara yaknk, selalu memotong subsidi dan menaikan harga barang dan jasa sesuai standar Internasional. Padahal, pendapatan rakyat jauh di bawah standar tersebut.
Ia mengatakan, selam Indonesia mengikuti model pembangunan neoliberal ala Bank Dunia, kondisi ekonomi tidak akan pernah tumbuh di atas 6,5 persen. Hal itu, kata Rizal, dikarenakan sangat bergantungnya pada utang luar negeri.
“Jika ekonomi tumbuh lebih dari 6,5 persen maka akan terkendala oleh utang yang semakin tinggi dan terjadinya overheating,” sebut dia.
Oleh karena itu, mantan kepala Bulog ini menekankan ketika suatu negara yang mulai menerapkan sistem ekonomi neoliberal maka anggarannya akan diprioritaskan untuk membayar pokok dan bunga utang (credits first).
“APBN 2018, Indonesia mengalokasikan anggaran mencapai Rp800 triliun atau hampir sepertiga hanya akan untuk membayar bunga dan cicilan pokok utang . Dan angka ini jauh lebih besar dibandingkan dengan anggaran untuk pendidikan, infrastruktur, gaji, dan tunjangan pegawai Negari,” imbuhnya.
“Hal ini menegaskan kembali tekad kami untuk melawan penerapan kebijakan neoliberalisme di Indonesia, siapapun pembuat dan pelaksana kebijakan neoliberalisme di Indonesia akan kita lawan,” pungkas Rizal saat ditemani koleganya Kwik Kian Gie.

Recent Posts

Sampaikan Belasungkawa, DPR Desak Pengusutan Kematian Affan Dilakukan Transparan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyampaikan rasa duka cita mendalam…

58 menit yang lalu

Takziah ke Rumah Affan Kurniawan, Puan Peluk Ibu Korban Sampaikan Duka

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambangi kediaman Affan Kurniawan, pengemudi ojek online…

1 jam yang lalu

Panglima TNI Ajak Masyarakat Ciptakan Rasa Damai dan Jangan Mudah Terprovokasi

MONITOR, Jakarta - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih…

2 jam yang lalu

Respon Demonstrasi, PKUB Ajak Elemen Bangsa Hindari Pertikaian

MONITOR, Jakarta - Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kementerian agama menyampaikan seruan damai dan mengajak…

4 jam yang lalu

Stafsus Menag Turut Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Affan

MONITOR, Jakarta - Staf Khusus Menteri Agama, Gugun Gumilar, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya…

6 jam yang lalu

Serah Terima Jabatan Ketua FPOM SDIT Suwarna

MONITOR, Bogor - Forum Persatuan Orangtua Murid (FPOM) SDIT Suwarna telah melaksanakan serah terima jabatan…

6 jam yang lalu