Saiful Mujani: Hoax Pengaruhi hasil Pilpres 2014

MONITOR, Jakarta – Begitu besar pengaruh 'hoax', bahasa asing yang diserap kedalam bahasa Indonesia menjadi 'hoaks' itu. Hoax tak lain adalah berita bohong yang bahkan menurut berbagai kalangan mampu mempengaruhi agenda besar sekaliber Pemilihan Umum (Pemilu) di suatu negara.

Akademisi Saiful Mujani menuturkan, Hoax, berita bohong atau fitnah berpengaruh terhadap hasil Pemilu di Amerika Serikat. Dimana kala itu Hillary Clinton dikabarkan mengalami sakit keras, diisukan menyetujui penjualan senjata ke jihadis termasuk ISIS hingga akhirnya Paus di Fatikan menyatakan dukungan kepada pesaing Hillary, yakni Donald Trump yang kini menjabat sebagai Presiden AS.

"Itu temuan tim riset kami di CNEP (Comparative National Election Project) untuk bagian Amerika," kata Saiful dalam sebuah tulisan, Kamis (19/4).

Bagaimana dengan pengaruh hoax di Indonesia? peraih gelar Ph.D Political Sciences dari Ohio State University tersebut menerangkan, hal serupa juga terjadi dan sukses memperkuat elektabilitas Prabowo hingga hasil Pilpres 2014 silam cukup ketat. 

- Advertisement -

"Pilpres 2014, beberapa hoax atau berita fitnah yang muncul antara lain: orang tua Jokowi adalah orang Cina dan beragama Kristen, Jokowi memusuhi Islam, Jokowi PKI dan Jokowi kaki tangan RRC," tutur Saiful Mujani.

Jauh hari sebelum hoax tersebut menyebar luas, lanjutnya, suara Jokowi terpaut cukup jauh di atas Prabowo. Sementara sepekan menjelang hari H Pilpres 2014, keadaan berubah dan Jokowi hanya unggul 1-2 persen atas Prabowo dengan margin of error +/- 3 persen.

"Artinya, selisihnya tidak signifikan. Padahal dua bulan sebelumnya, selisih itu sangat signifikan. Kalau Pilpres diundur, ada kemungkinan Prabowo yang menang karena hoax itu," pungkas Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) itu.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER